Gempa M 7,7 Guncang Sulut, Basarnas Kerahkan Personel ke Wilayah Pesisir, Himbau Warga Tetap Waspada

Berita Utama, Manado1514 Dilihat

Manado, VivaSulut – Kantor SAR Kelas A Manado bergerak cepat melakukan koordinasi dan pemantauan di sejumlah wilayah pesisir Sulawesi Utara setelah gempa tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang perairan utara Sulawesi, Senin (8/6/2026) pagi.

Kepala Basarnas Sulawesi Utara, George Randang, mengatakan pihaknya langsung mengambil langkah-langkah antisipatif setelah menerima informasi gempa yang terjadi pada pukul 07.37 Wita atau 07.37 Wita.

“Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 7,7. Menindaklanjuti hal tersebut, Kantor SAR Kelas A Manado segera berkoordinasi dengan instansi terkait, melaporkan kepada pimpinan, serta mengarahkan personel yang berada di pos-pos SAR untuk melakukan asesmen lapangan,” kata George Randang.

Menurutnya, personel SAR juga ditugaskan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan melakukan pemantauan kondisi perairan, termasuk mendokumentasikan pasang surut air menyusul peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan BMKG.

Basarnas Sulut bersama pemerintah daerah dan instansi terkait melakukan pemantauan di wilayah yang berpotensi terdampak serta mengarahkan masyarakat untuk menjauhi kawasan pesisir dan berada di lokasi yang lebih aman.

“Kami melakukan koordinasi dan mengarahkan masyarakat untuk berada di daerah yang aman selama masa peringatan dini tsunami berlangsung,” ujarnya.

Setelah BMKG secara resmi mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 11.15 Wita, Basarnas tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan.

“Kami mengimbau masyarakat, terutama yang berada di wilayah pesisir pantai, untuk tetap memantau informasi resmi dari instansi terkait dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan,” tambah George.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun Basarnas Sulut, dua warga dilaporkan mengalami luka ringan akibat dampak gempa.

Selain itu, sejumlah unit rumah di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe dilaporkan mengalami kerusakan ringan.

Meski demikian, George menegaskan bahwa pendataan dampak gempa masih terus dilakukan bersama pemerintah daerah dan instansi terkait.

“Perkembangan dampak gempa masih kami dalami. Kami terus menerima laporan dari masyarakat dan melakukan asesmen untuk memastikan kondisi terkini di wilayah terdampak,” pungkasnya.

(Finda Muhtar)