Manado, VivaSulut – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus terus memperkuat posisi daerah sebagai pusat perdagangan dan investasi di kawasan timur Indonesia.
Upaya tersebut mendapat respons positif dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam kegiatan Misi Dagang dan Investasi yang digelar di Ballroom Four Points Hotel by Sheraton Manado, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan yang mempertemukan sekitar 158 pelaku usaha dari kedua provinsi itu dihadiri Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.
Dalam sambutan Gubernur Sulut Yulius Selvanus yang dibacakan Wakil Gubernur Victor Mailangkay, ditegaskan bahwa misi dagang memiliki arti strategis untuk memperkuat jaringan perdagangan dalam negeri, memperluas pasar produk unggulan daerah, sekaligus meningkatkan kerja sama ekonomi antarwilayah.
“Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial ataupun pertemuan bisnis biasa. Misi dagang merupakan strategi penting untuk memperkuat pasar dalam negeri, membangun jaringan perdagangan antar pulau, memperkuat konektivitas ekonomi antarwilayah, serta menciptakan ekosistem bisnis nasional yang semakin kokoh dan berdaya saing,” kata Victor membacakan sambutan Gubernur Yulius Selvanus.
Gubernur Yulius juga memberikan apresiasi kepada Pemprov Jawa Timur yang menghadirkan 58 pelaku usaha dari berbagai sektor untuk bertemu dengan sekitar 100 pelaku usaha Sulawesi Utara.
Menurutnya, forum tersebut menjadi ruang strategis untuk membangun komunikasi bisnis, memperluas jejaring pemasaran, menjajaki peluang investasi, memperkuat rantai pasok antarwilayah serta menciptakan transaksi perdagangan yang saling menguntungkan.
Di tengah dinamika ekonomi global, Yulius Selvanus menilai kolaborasi antar daerah menjadi kunci untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
“Tak ada daerah yang bisa tumbuh sendiri tanpa dukungan daerah lain. Karena itu kerja sama antardaerah menjadi kunci memperkuat perekonomian nasional,” demikian pesan Gubernur Sulut.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak secara khusus menyoroti besarnya potensi ekonomi Sulawesi Utara, baik dari sektor daratan maupun kelautan.
Menurut Emil, Sulut memiliki komoditas unggulan seperti cengkih, kelapa, tanaman hortikultura di wilayah Modoinding, hingga sumber daya perikanan yang sangat besar.
“Potensi daratnya luar biasa. Cengkih, kelapa, tanaman hortikultura dan lainnya. Tetapi yang tidak kalah penting, Sulawesi Utara memiliki potensi maritim yang sangat besar. Ini menjadi kekuatan yang sangat melengkapi dengan Jawa Timur,” ujarnya.
Emil Dardak menegaskan Jawa Timur tidak hanya datang untuk menjual produk ke Sulawesi Utara, tetapi juga membeli berbagai komoditas unggulan daerah.
“Sulut tidak hanya menjadi pasar bagi Jawa Timur, tetapi kami juga datang membeli dari Sulawesi Utara,” katanya.
Lebih jauh, Emil melihat posisi geografis Sulawesi Utara sangat strategis untuk dikembangkan sebagai pusat distribusi perdagangan menuju kawasan Pasifik.
Menurutnya, keberadaan Kota Bitung dan kedekatannya dengan Filipina membuka peluang besar bagi Sulawesi Utara menjadi hub perdagangan internasional.
“Bitung sangat strategis untuk menjangkau Filipina dan kawasan Pasifik. Ke depan kami melihat peluang sinergi yang besar sehingga Sulawesi Utara bisa menjadi pusat distribusi berbagai komoditas menuju pasar yang lebih luas,” jelasnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, Iwan MM, menjelaskan misi dagang kali ini melibatkan 158 pelaku usaha, terdiri dari 100 peserta dari Sulawesi Utara dan 58 peserta dari Jawa Timur.
Komoditas yang diperdagangkan meliputi sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, kelautan, industri pangan, tekstil, kerajinan, jasa hingga investasi.
Selain transaksi bisnis, kegiatan tersebut juga diwarnai penandatanganan sejumlah perjanjian kerja sama antara organisasi perangkat daerah dan asosiasi usaha dari kedua provinsi.
Misi dagang ini menjadi bukti semakin eratnya hubungan ekonomi antara Sulawesi Utara dan Jawa Timur, sekaligus memperkuat langkah Pemerintah Provinsi Sulut di bawah kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus untuk menjadikan daerah ini sebagai gerbang perdagangan dan investasi Indonesia di kawasan Pasifik.
(***/Finda Muhtar)







