Prabowo Beri Sinyal Takut ke Negara Ini

Nasional49 Dilihat

Jakarta, VivaSulut.com – Presiden RI Prabowo Subianto menjelaskan bahwa undangan dari Donald Trump, Vladimir Putin, hingga Xi Jinping harus sama-sama dipenuhi sebagai konsekuensi dari politik luar negeri Indonesia yang tidak punya musuh.

“Saya tanya kepada saudara ya karena ada, ada yang sok lebih pintar dari segala-galanya ya sudah. Bayangkan saya sebagai Presiden Indonesia, saya dipilih oleh rakyat untuk menjaga rakyat Indonesia,” kata Prabowo di Munas XVIII HIPMI di Lampung, Rabu (10/6/2026) seperti dilansir dari kompas.com.

Prabowo pun bercerita negara besar kerap mengundang Presiden RI untuk datang ke negaranya, seperti Amerika Serikat (AS), Rusia, hingga China.

Sebagai Kepala Negara, tentu Indonesia sebagai negara yang menganut politik bebas aktif harus menghormatinya.

“Sekarang kalau ada negara super power ya katakanlah Presiden Trump mengundang saya ke Amerika, berani saya enggak datang? Hah? Kalau Presiden Amerika Serikat ngundang Presiden Indonesia dan Presiden Indonesia enggak hadir, ah coba aja,” lanjut dia.

Sebelumnya Prabowo menambahkan, dirinya pun menghadiri setiap undangan.

Jika diundang Presiden Amerika Serikat Donald Trump, ia akan datang.

Begitu juga jika diundang Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Xi Jinping, atau kepala negara lainnya.

“Jadi saudara-saudara, sudah Presiden Amerika undang, Presiden Rusia undang juga. Ah gue nongol di Washington, gue enggak nongol di Moskow. Enggak bisa, saudara-saudara ya. Habis itu diundang lagi oleh Presiden Xi Jinping, ya gue hadir, Benar enggak?” tuturnya.

“Diundang lagi oleh India, India 1,4 miliar orang ya pasarnya besar, teknologinya hebat. Brazil, sama,” lanjutnya.

Dia menyebut hal ini merupakan risiko karena Indonesia adalah negara yang punya banyak sahabat.

“Jadi saudara-saudara inilah risiko negara yang sahabatnya banyak. Kita Indonesia ini negara terbesar di ASEAN, kita anggota APEC, anggota konferensi Islam OKI, anggota sekarang anggota BRICS, anggota G20. Kita kalau diundang kita nggak hadir,” tutur Prabowo.

Menurut Prabowo, keputusannya menghadiri undangan setiap negara sahabat dalam rangka membela kepentingan masyarakat.

Selain itu, hal ini juga dilakukan guna memelihara hubungan baik dengan semua negara.

“Makanya saya katakan politik Indonesia adalah politik tetangga yang baik. Kita ingin menjadi tetangga yang baik kepada semua negara sekitar kita dan negara yang lain di dunia saudara-saudara sekalian,” kata Prabowo lagi.

(redaksi)