Wagub Victor Mailangkay Akui, Kerja Sama Antar Daerah Jadi Kunci Hadapi Tantangan Ekonomi Global

Nasional, Pemprov Sulut1136 Dilihat

Manado, VivaSulut – Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay menegaskan bahwa tidak ada daerah di Indonesia yang dapat berkembang sendiri tanpa dukungan daerah lain.

Di tengah tantangan ekonomi global yang terus berkembang, kolaborasi dan sinergi antardaerah menjadi kunci untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Victor Mailangkay saat mewakili Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus pada kegiatan Misi Dagang dan Investasi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang digelar di Manado, Kamis (4/6/2026).

“Dalam menghadapi tantangan ekonomi global saat ini, daerah-daerah di Indonesia dituntut untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi. Tidak ada daerah yang dapat tumbuh sendiri tanpa dukungan daerah lainnya. Karena itu, kerja sama antardaerah menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional,” kata Wagub Victor saat membacakan sambutan Gubernur Sulut.

Menurutnya, kerja sama yang dibangun antara Sulawesi Utara dan Jawa Timur merupakan contoh nyata semangat gotong royong dalam membangun ekonomi Indonesia dari daerah.

Wagub Victor mengatakan, kegiatan misi dagang tersebut memiliki arti strategis karena tidak hanya memperluas jaringan perdagangan dalam negeri, tetapi juga memperkuat konektivitas ekonomi antarwilayah dan membuka peluang investasi yang saling menguntungkan.

Ia mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang menghadirkan sekitar 58 pelaku usaha untuk dipertemukan dengan sekitar 100 pelaku usaha dan instansi terkait di Sulawesi Utara.

“Forum ini menjadi ruang yang sangat baik untuk membangun komunikasi bisnis, memperluas jejaring pemasaran, menjajaki peluang investasi, memperkuat rantai pasok antarwilayah, sekaligus menghasilkan kerja sama yang memberikan manfaat bagi kedua daerah,” ujarnya.

Victor Mailangkay menegaskan, misi dagang bukan sekadar agenda seremonial ataupun pertemuan bisnis biasa.

Kegiatan tersebut merupakan strategi penting untuk memperkuat pasar domestik agar semakin dikuasai produk-produk lokal Indonesia.

Melalui kerja sama antardaerah, kata dia, jaringan perdagangan antar pulau dapat semakin kuat sehingga mampu menciptakan ekosistem bisnis nasional yang lebih tangguh dan berdaya saing.

Dalam kesempatan itu, Wagub Victor juga menyoroti besarnya potensi yang dimiliki Sulawesi Utara.

Sebagai provinsi yang berada di gerbang utara Indonesia dan berhadapan langsung dengan kawasan Asia Pasifik, Sulut memiliki posisi strategis dalam pengembangan perdagangan, investasi, logistik dan ekspor.

Selain memiliki sumber daya perikanan dan kelautan yang besar, Sulawesi Utara juga dikenal dengan berbagai komoditas unggulan seperti tuna, cakalang, kelapa, pala, cengkih, hingga produk hortikultura yang memiliki prospek pasar menjanjikan.

Namun menurut Wagub Victor, seluruh potensi tersebut membutuhkan dukungan pasar yang lebih luas, investasi yang berkelanjutan dan kemitraan usaha yang kuat agar mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat.

“Karena itu kehadiran para pelaku usaha dari Jawa Timur menjadi kesempatan yang sangat baik untuk mempertemukan potensi dan kebutuhan kedua daerah,” katanya.

Usai kegiatan, ia berharap kerja sama yang telah terjalin antara Sulawesi Utara dan Jawa Timur sejak 2022 dapat terus berlanjut dan semakin diperkuat pada tahun-tahun mendatang.

“Kami berharap apa yang sudah dibangun melalui kerja sama ini terus ditindaklanjuti. Bukan hanya dari 2022 sampai 2026, tetapi dapat terus berlangsung setiap tahun. Konektivitas antardaerah seperti ini akan semakin memperkuat perekonomian nasional,” ujar Victor.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh produsen, pelaku usaha dan pembeli yang terlibat dalam misi dagang tersebut karena telah berkontribusi memperkuat hubungan ekonomi antara Sulawesi Utara dan Jawa Timur.

“Atas nama Gubernur Sulawesi Utara, kami menyampaikan terima kasih dan berharap kerja sama ini terus berlanjut demi memperkuat konektivitas ekonomi nasional,” pungkasnya.

(Finda Muhtar)