Daftar Korban Kebakaran KM Anaia Terungkap, 1 ABK Luka Bakar 90 Persen

Berita Utama, Manado82 Dilihat
KM Anaia
Evakuasi korban kebakaran KM Anaia.(Foto: Dok. Basarnas Sulut)

Manado, VivaSulut – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Manado merilis daftar korban insiden kebakaran kapal KM Anaia di perairan Laut Maluku.

Seluruh korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, namun dengan kondisi luka bakar yang bervariasi, termasuk satu korban kritis dengan luka bakar mencapai 90 persen.

Berdasarkan data resmi, terdapat lima Anak Buah Kapal (ABK) KM Anaia yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut, yakni:

  1. Yanto Sumelung – luka bakar 90 persen (dirawat di RSUP Prof. Kandou Manado)
  2. Yornes Gumolobe – dirawat di RSUD Manembo-nembo Bitung
  3. Niklas Atande – dirawat di RSUP Prof. Kandou Manado
  4. Nestar Sumelung – dirawat di RSUP Prof. Kandou Manado
  5. Fenli Yosep – dirawat di RSUP Prof. Kandou Manado

Kepala Basarnas Sulawesi Utara, George Randang, didampingi Humas Basarnas Sulut Nuriadin Gumeleng, menyampaikan bahwa seluruh korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat berkat respons cepat tim SAR gabungan.

“Seluruh korban berjumlah lima orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Namun, satu korban atas nama Yanto Sumelung mengalami luka bakar sangat serius hingga 90 persen dan saat ini dalam penanganan intensif di RSUP Prof. Kandou,” ujar Randang dalam keterangan pers Sabtu (28/3/2026).

Sementara itu, Humas Basarnas Sulut Nuriadin Gumeleng menambahkan bahwa proses evakuasi berlangsung cepat setelah tim SAR gabungan berhasil menjangkau posisi kapal.

“Korban langsung dievakuasi begitu tim berhasil melakukan intercept terhadap KM Anaia. Seluruhnya kemudian dibawa ke Bitung untuk penanganan medis lanjutan,” kata Nuriadin.

Diketahui, tim SAR gabungan mengintercept KM Anaia pada 26 Maret 2026 sekitar pukul 21.10 WITA.

Para korban kemudian dibawa ke Dermaga Polairud Bitung dan langsung diserahkan kepada tim medis.

Empat korban lainnya tiba pada dini hari dan langsung mendapatkan penanganan medis sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan.

Dengan telah ditemukannya seluruh korban, operasi SAR resmi ditutup. Basarnas Sulut memastikan tidak ada korban meninggal dunia maupun hilang dalam insiden kebakaran KM Anaia tersebut.

George Randang juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat, mulai dari Tim Rescue Basarnas, TNI AL, Polairud, BPBD, hingga tenaga medis yang telah bekerja cepat dan sigap dalam operasi penyelamatan.

Sementara itu, kapal KM Anaia dilaporkan melanjutkan pelayaran kembali menuju Bitung dengan kondisi terkendali.

(***/Finda)