Aktivis Lingkungan Asal Minut Julio Luntungan Raih Cumlaude Magister Ilmu Lingkungan UGM

Yogyakarta, VivaSulut – Kecintaan terhadap lingkungan mengantarkan aktivis muda asal Minahasa Utara (Minut), Julio Ignatius Luntungan, meraih predikat cumlaude dalam pendidikan Magister Ilmu Lingkungan di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.

Julio mengikuti prosesi wisuda program pascasarjana UGM di Grha Sabha Pramana (GSP), Kamis (29/10/2026). Wisuda tersebut berlangsung selama dua hari, 28–29 Oktober 2026, dengan total 2.524 wisudawan.

Di tengah sukacita para wisudawan dan keluarga yang hadir, keberhasilan Julio menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga dan daerah asalnya.

Pemuda yang dikenal aktif dalam kegiatan lingkungan ini berhasil menyelesaikan pendidikan magister selama dua tahun di Sekolah Pascasarjana UGM.

Pilihan Julio mendalami ilmu lingkungan bukan tanpa alasan. Kepeduliannya terhadap kelestarian alam mendorongnya memperdalam pengetahuan dan keahlian di bidang tersebut, khususnya yang berkaitan dengan geoinformasi untuk manajemen bencana dan perencanaan spasial.

“Saya bersyukur kepada Tuhan karena akhirnya bisa menyelesaikan studi tepat waktu dan meraih predikat cumlaude. Capaian ini akan saya dedikasikan untuk masyarakat dan negeri ini,” ujar Julio, yang hadir didampingi kedua orang tuanya, Stans Meivine Antou dan G. Herry Luntungan, serta adiknya, Elisabeth F. Luntungan.

Keberhasilan ini menjadi bagian dari perjalanan Julio dalam mengembangkan kapasitas diri di bidang lingkungan. Bekal akademik yang diperolehnya diharapkan dapat mendukung kontribusi nyata bagi masyarakat, terutama dalam upaya pelestarian lingkungan, pengelolaan risiko bencana, dan perencanaan wilayah yang berkelanjutan.

Selain prestasi akademik, Julio juga menarik perhatian saat mengikuti prosesi pelepasan di Sekolah Pascasarjana UGM. Ia tampil mengenakan pakaian adat Minahasa berwarna hitam dengan bordiran emas sebagai bentuk kebanggaan terhadap identitas budaya daerah asalnya.

Penampilannya mendapat apresiasi dari teman-teman seangkatannya. Salah satunya Akbar, yang menilai pilihan busana tersebut menunjukkan kecintaan Julio terhadap tanah Minahasa.

“Keren banget Mas Julio pakai baju adat Minahasa. Ini bukti Mas Julio cinta tanah Minahasa Utara,” ujar Akbar.

Prestasi Julio diharapkan dapat menginspirasi generasi muda Minahasa Utara untuk terus mengembangkan pendidikan, menekuni bidang yang diminati, serta menjadikan ilmu pengetahuan sebagai bekal untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

(***/Finda Muhtar)