GM PLN UID Suluttenggo Tinjau Pemasangan Kabel Listrik Bawah Laut Pertama di Sistem Suluttenggo

Ekonomi Bisnis260 Dilihat

Gorontalo, VivaSulut – PT PLN (Persero) terus mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan di wilayah kepulauan melalui proyek Saluran Kabel Laut Tegangan Menengah (SKLTM) 20 kV yang menghubungkan Desa Ilangata dengan Pulau Dudepo, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara.

Sebagai bentuk keseriusan perusahaan, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo), Usman Bangun, meninjau langsung progres pemasangan kabel listrik bawah laut yang kini memasuki tahap penggelaran kabel dari titik pendaratan di Desa Ilangata menuju Pulau Dudepo.

Pembangunan kabel bawah laut sepanjang 1,95 kilometer sirkuit (kms) tersebut merupakan proyek strategis PLN untuk menyalurkan pasokan listrik dari Sistem SulutGo ke Pulau Dudepo.

Usman Bangun mengatakan proyek ini menjadi sejarah baru bagi sistem kelistrikan Suluttenggo karena merupakan jaringan listrik bawah laut pertama yang dibangun di wilayah tersebut.

“Untuk seluruh sistem Suluttenggo, ini merupakan jaringan listrik pertama yang memasuki laut. Semoga hal ini menjadi langkah awal untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Pulau Dudepo, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta memperkuat pemerataan pembangunan di Provinsi Gorontalo,” ujarnya.

Menurut Usman, hingga awal Juli 2026 progres fisik pembangunan telah mencapai 65,68 persen. PLN menargetkan seluruh pekerjaan selesai pada Agustus 2026 sehingga masyarakat Pulau Dudepo segera menikmati pasokan listrik yang andal.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Gorontalo, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara, DPR RI, DPRD Provinsi Gorontalo, serta berbagai pihak yang turut mendukung percepatan pembangunan infrastruktur tersebut.

Pembangunan SKLTM dilaksanakan oleh konsorsium PT Persada Energy and Contracting, PT Bangun Prima Semesta, dan Lumintuna Marine Service dengan pengawasan dari tim Pusat Manajemen Proyek PLN guna memastikan seluruh pekerjaan memenuhi standar mutu, keselamatan, dan keandalan.

(***/Finda Muhtar)