Perkuat Budaya K3, PLN UP3 Tolitoli Targetkan Zero Accident Lewat Kampus Yantek

Ekonomi Bisnis113 Dilihat

Tolitoli, VivaSulut – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tolitoli terus memperkuat budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) melalui penyelenggaraan Kampus Pelayanan Teknik (Yantek).

Program ini menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun sumber daya manusia yang mengutamakan keselamatan dalam setiap pekerjaan sekaligus menjaga keandalan sistem kelistrikan.

Sebanyak 50 petugas pelayanan teknik dari seluruh Unit Layanan Pelanggan (ULP) mengikuti pelatihan yang menitikberatkan pada penerapan prosedur kerja yang aman, kepatuhan terhadap standar operasional, serta penguatan budaya safety di lingkungan kerja.

Manager PLN UP3 Tolitoli, Icuk Sulistianto, mengatakan keandalan pasokan listrik tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga ditentukan oleh kompetensi dan budaya kerja para petugas di lapangan.

“Keandalan pasokan listrik tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur yang kokoh, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia di belakangnya. Melalui Kampus Yantek ini, kami memastikan seluruh petugas memiliki kemampuan teknis yang mumpuni serta menjadikan budaya keselamatan sebagai prioritas yang tidak boleh ditawar dalam setiap pekerjaan,” kata Icuk.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mengikuti berbagai sesi praktik, studi kasus, evaluasi pekerjaan lapangan, hingga diskusi antarpetugas untuk meningkatkan kemampuan mengidentifikasi risiko dan menerapkan prosedur keselamatan secara konsisten.

General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menambahkan bahwa penguatan budaya keselamatan akan berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada pelanggan.

Menurutnya, petugas yang memiliki kompetensi tinggi dan disiplin menerapkan budaya K3 akan mampu bekerja lebih efektif, mempercepat penanganan gangguan, sekaligus meminimalkan potensi kecelakaan kerja (zero accident).

Melalui Kampus Yantek, PLN juga memperkuat kolaborasi antarpetugas dari wilayah Tolitoli, Buol, dan sekitarnya untuk menyamakan standar kompetensi, membangun budaya kerja yang adaptif, serta memastikan layanan kelistrikan yang aman, andal, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

(***/Finda Muhtar)