Sekda Minut Kukuhkan Umbase Mayuntu’Cs Jadi Panitia MTQ Sulut, Wujud Komitmen Pemkab Merawat Toleransi

Minut, VivaSulut – Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kerukunan dan memperkuat moderasi beragama melalui pengukuhan Panitia Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Utara.

Menariknya, kepanitiaan ajang keagamaan tersebut dipimpin oleh tokoh Kristiani, Umbase Mayuntu, sebuah langkah yang dinilai mencerminkan kuatnya budaya toleransi di Bumi Klabat.

Pengukuhan panitia dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Utara, Novly Wowiling, mewakili Bupati Joune Ganda, Jumat (3/7/2026).

Momentum ini menjadi bagian dari kesiapan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara sebagai tuan rumah MTQ tingkat provinsi sekaligus memperlihatkan bahwa semangat kebersamaan menjadi fondasi pembangunan daerah.

 

Dalam sambutannya, Sekda Novly Wowiling mengatakan penyelenggaraan MTQ bukan hanya menjadi agenda umat Islam, tetapi merupakan kehormatan bagi seluruh masyarakat Minahasa Utara.

Karena itu, pemerintah daerah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan pelaksanaan MTQ.

“Mewakili Bupati Joune Ganda, saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah menerima amanah ini. Kehadiran Ketua Panitia yang berasal dari umat Kristiani menjadi bukti bahwa Minahasa Utara terus menjaga dan merawat nilai-nilai toleransi, persaudaraan, serta moderasi beragama. Inilah wajah daerah yang kita banggakan, di mana perbedaan menjadi kekuatan untuk melayani dan membangun bersama,” ujar Wowiling.

Ia menegaskan, di bawah kepemimpinan Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara terus mendorong terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis.

Nilai-nilai toleransi tidak hanya diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga tercermin dalam berbagai kegiatan pemerintahan dan keagamaan.

Menurutnya, kepercayaan kepada Umbase Mayuntu untuk memimpin kepanitiaan MTQ menjadi simbol bahwa Minahasa Utara mampu menghadirkan kolaborasi lintas agama dalam mendukung agenda-agenda strategis daerah.

Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, lanjut Wowiling, berkomitmen memberikan dukungan penuh agar pelaksanaan MTQ XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Utara berlangsung sukses, aman, tertib, dan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh kafilah serta tamu dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Utara.

“MTQ bukan hanya tentang kompetisi membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi ruang memperkuat persatuan, membangun karakter, sekaligus memperlihatkan bahwa keberagaman merupakan kekuatan yang mampu menyatukan masyarakat dalam semangat kebersamaan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia MTQ, Umbase Mayuntu, menyampaikan bahwa amanah yang diberikan kepadanya merupakan kehormatan sekaligus bentuk kepercayaan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara terhadap semangat persaudaraan yang telah lama tumbuh di tengah masyarakat.

“Kepercayaan ini saya maknai sebagai simbol kuatnya persaudaraan di Minahasa Utara. Kami akan bekerja bersama seluruh panitia dengan semangat kebersamaan, profesionalisme, dan saling menghargai agar MTQ Tingkat Provinsi Sulawesi Utara dapat berlangsung sukses serta menjadi kebanggaan daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan MTQ nantinya merupakan keberhasilan seluruh masyarakat Minahasa Utara yang selama ini dikenal hidup rukun dalam keberagaman.

Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Minahasa Utara, Roy Pitoy, juga memberikan apresiasi atas dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara terhadap pelaksanaan MTQ. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat menjadi modal penting untuk menghadirkan MTQ yang berkualitas sekaligus memperkuat nilai-nilai moderasi beragama.

Pengukuhan panitia menjadi langkah awal mematangkan seluruh persiapan menuju pelaksanaan MTQ XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Utara.

Bagi Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, kegiatan ini bukan sekadar agenda keagamaan, melainkan momentum memperlihatkan wajah daerah yang menjunjung tinggi toleransi, memperkuat persaudaraan, serta membangun kolaborasi lintas agama dalam mendukung pembangunan.

Semangat “Torang Samua Basudara” yang terus dihidupi masyarakat Minahasa Utara diharapkan menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan MTQ sekaligus semakin memperkokoh citra Minahasa Utara sebagai daerah yang damai, inklusif, dan harmonis.

Versi ini lebih sesuai dengan karakter media online karena tetap terasa seperti berita, tetapi secara halus menonjolkan citra Pemkab Minahasa Utara, kepemimpinan Bupati Joune Ganda–Kevin Lotulung, serta simbol toleransi melalui penunjukan Umbase Mayuntu sebagai Ketua Panitia MTQ.

(ADV)