Jakarta, VivaSulut – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) kehilangan salah satu sosok pentingnya.
Sekretaris Jenderal AMSI, Maryadi, meninggal dunia, Jumat (3/6/2026), meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar organisasi dan komunitas media siber di Indonesia.
Ketua Umum AMSI, Wahyu Dhyatmika, mengatakan kepergian Maryadi merupakan kehilangan besar karena almarhum telah memberikan kontribusi yang sangat besar dalam membangun dan memperkuat organisasi sejak awal berdiri.
“Maryadi adalah salah satu tokoh penting dalam perjalanan AMSI sejak organisasi ini berdiri. Ia mengemban amanah sebagai Bendahara Umum AMSI pada periode 2017–2023, sebelum kemudian melanjutkan pengabdiannya sebagai Sekretaris Jenderal AMSI,” ujar Wahyu dalam pernyataan resminya.

Menurut Wahyu, sepanjang pengabdiannya, Maryadi dikenal sebagai sosok yang bekerja keras, tekun, dan memiliki komitmen tinggi dalam memperkuat organisasi.
Ia aktif mendampingi anggota serta memperjuangkan misi AMSI untuk membangun ekosistem media digital yang sehat, profesional, dan berkelanjutan.
“Maryadi bukan hanya seorang pengurus, tetapi juga rekan seperjuangan yang memahami bahwa jurnalisme berkualitas hanya dapat tumbuh apabila ditopang oleh perusahaan media yang sehat dan independen,” katanya.
Wahyu menuturkan, banyak fondasi kelembagaan, tata kelola organisasi, hingga berbagai program strategis AMSI lahir melalui kerja keras dan pengabdian Maryadi.
Meski sering bekerja di balik layar, dedikasi almarhum dinilai menjadi bagian penting dalam perjalanan organisasi.
“Maryadi menjalankan tanggung jawabnya dengan kesungguhan, loyalitas, dan rasa memiliki yang besar terhadap organisasi serta seluruh anggotanya,” ungkapnya.
Atas kepergian Maryadi, Wahyu menegaskan seluruh keluarga besar AMSI akan terus mengenang dedikasi, kerja keras, dan komitmen almarhum dalam memperkuat media siber Indonesia.
Mewakili Pengurus Nasional dan seluruh anggota AMSI, Wahyu juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala khilafnya, dan seluruh amal pengabdiannya menjadi pahala yang terus mengalir,” tutup Wahyu.
(Finda Muhtar)











