Manado, VivaSulut – Tim LPPD Sulawesi Utara mencatatkan prestasi membanggakan pada ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari, Papua Barat, dengan berhasil meraih Juara Umum dan membawa pulang Piala Presiden.
Ketua Umum LPPD Provinsi Sulawesi Utara, Anik Wandriani, mengaku bangga atas pencapaian luar biasa yang diraih kontingen Sulut.
“Saya selaku Ketua Umum LPPD Provinsi Sulawesi Utara sangat bangga dengan perolehan Tim Sulut di Pesparawi Nasional XIV di Manokwari. Terima kasih kepada seluruh pengurus, peserta, pelatih, serta semua pihak yang telah membantu, baik secara materiil maupun melalui doa dan semangat. Teristimewa, semua ini terjadi karena berkat Tuhan dan dukungan penuh Bapak Gubernur Sulawesi Utara,” ujar Anik.
Pada ajang tersebut, Tim LPPD Sulut berhasil meraih empat gelar Champion, yakni pada kategori Paduan Suara Dewasa Campuran (PSDC), Paduan Suara Pria (PSP), Paduan Suara Wanita (PSW), dan Musik Gerejawi Nusantara (MGN).
Kontingen Sulawesi Utara juga membukukan lima penghargaan Gold, masing-masing pada kategori Paduan Suara Anak (peringkat 2), Paduan Suara Remaja Pemuda (peringkat 2), Vocal Group (peringkat 5), Solo Anak 7–10 Tahun (peringkat 4), serta Solo Anak 11–15 Tahun (peringkat 8).
Tak hanya itu, Tim LPPD Sulut turut meraih tiga penghargaan Silver, yaitu Musik Pop Gerejawi (peringkat 1), Solo Remaja Putri (peringkat 11), dan Solo Remaja Putra (peringkat 13).

Prestasi Sulawesi Utara semakin lengkap setelah berhasil meraih Grand Champion kategori Paduan Suara Dewasa Campuran (PSDC) yang berhak atas Piala Menteri Agama.
Dengan total raihan empat Champion, lima Gold, dan tiga Silver, Tim LPPD Sulut akhirnya dinobatkan sebagai Juara Umum Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 dan membawa pulang Piala Presiden.
Anik yang juga merupakan istri tercinta Gubernur Sulut ini, berharap prestasi tersebut menjadi motivasi bagi LPPD Sulawesi Utara untuk terus mempertahankan tradisi prestasi di ajang Pesparawi Nasional sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan paduan suara gerejawi di daerah.
(Finda Muhtar)








