Manado, VivaSulut – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus bergerak mencari solusi untuk menjaga pertumbuhan sektor pariwisata di tengah tantangan kenaikan biaya transportasi dan perlambatan kunjungan wisatawan nusantara.
Kepala Dinas Pariwisata Sulut, Kartika Devi Tanos, mengatakan arahan Gubernur Yulius Selvanus sangat jelas, yakni memastikan sektor pariwisata tetap menjadi penggerak ekonomi daerah meskipun menghadapi berbagai tantangan global.
Menurutnya, salah satu faktor yang mempengaruhi penurunan kunjungan wisatawan domestik adalah meningkatnya harga tiket penerbangan dan berkurangnya frekuensi penerbangan dari sejumlah daerah maupun negara asal wisatawan.
“Beberapa penerbangan mengalami pengurangan frekuensi. Ada juga penerbangan yang sebelumnya dua kali sehari menjadi satu kali sehari. Bahkan dari Korea yang biasanya tujuh kali seminggu turun menjadi empat kali seminggu,” ungkap Devi dalam kegiatan Ngopi Bareng JIPS (Jurnalis Independen Pemprov Sulut), di Gedung Museum Sulut, Jumat (19/6/2026).
Meski demikian, Pemprov Sulut tidak tinggal diam. Dinas Pariwisata bersama Perhimpunan Hotel dan Restoran dan Indonesia (PHRI), pelaku usaha dan asosiasi pariwisata terus menyusun berbagai strategi agar Sulut tetap kompetitif sebagai destinasi wisata.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendorong program promosi dan diskon akomodasi bagi wisatawan.
“Kalau tiket pesawat mahal, maka kami mencoba mencari keseimbangan melalui diskon hotel dan penawaran menarik di destinasi wisata. Tujuannya agar wisatawan tetap tertarik datang ke Sulawesi Utara,” jelasnya.
(Finda Muhtar)









