Bolmong, VivaSulut – Di tengah banjir bandang yang menerjang Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolaang Mongondow, petugas PT PLN (Persero) bergerak cepat melakukan pengamanan jaringan listrik guna mencegah risiko sengatan listrik bagi warga terdampak.
Manager PLN UP3 Kotamobagu, Reki Wowiling, mengatakan langkah pertama yang dilakukan PLN setelah menerima laporan banjir adalah melakukan pemadaman darurat di wilayah terdampak.
“Begitu menerima laporan banjir bandang, petugas PLN segera melakukan pemadaman darurat dan pengamanan sistem kelistrikan di wilayah terdampak guna menghindari potensi bahaya sengatan listrik,” kata Reki.
Tak hanya fokus pada pengamanan jaringan, petugas PLN bersama tenaga alih daya, Srikandi PLN, dan Persatuan Istri Karyawan Karyawati (PIKK) PLN UP3 Kotamobagu turut membantu warga membersihkan lumpur yang menutupi permukiman dan fasilitas umum pascabanjir.
Banjir bandang yang melanda Kecamatan Bolaang dipicu curah hujan tinggi selama sepekan terakhir. Luapan Sungai Botuk membawa lumpur dan material kayu yang merendam permukiman warga hingga setinggi 1,5 meter.
Sejumlah desa terdampak antara lain Desa Solimandungan I, Desa Solimandungan II, Desa Solimandungan Baru, dan Desa Komangaan. Selain rumah warga, beberapa fasilitas publik juga terdampak, seperti sekolah, kantor desa, puskesmas pembantu, hingga rumah ibadah.
Respons cepat PLN mendapat apresiasi dari pemerintah setempat. Camat Bolaang, Ninik Kusrini Tohis, menilai kehadiran PLN sejak hari pertama bencana sangat membantu masyarakat.
“PLN tidak hanya mengamankan listrik, tapi juga hadir fisik membantu pembersihan pemukiman serta membawa bantuan kebutuhan dasar yang sangat mendesak bagi warga kami. Ini sangat berarti bagi kami,” ujarnya.
Sebagai bagian dari upaya pemulihan, PLN juga menyalurkan bantuan logistik berupa sembako, air mineral, kasur, tikar, dan tandon air untuk masyarakat yang terdampak paling parah.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menegaskan bahwa peran PLN tidak hanya sebatas penyedia energi listrik, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.
“Pascabencana fokus kami adalah membantu warga kembali bangkit. Kami berharap bantuan yang disalurkan dapat mempercepat pemulihan psikologis dan pemenuhan kebutuhan logistik dasar warga,” katanya.
(Finda Muhtar)








