Kotamobagu, VivaSulut – Dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari pegawai PT PLN (Persero) terus dioptimalkan untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu implementasinya dilakukan melalui Program Gerobak Cahaya yang dijalankan Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UP3 Kotamobagu di Desa Mongkonai Barat, Kecamatan Kotamobagu Barat.
Program tersebut menyalurkan bantuan berupa gerobak usaha dan tambahan modal kerja kepada pelaku usaha mikro sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan wujud nyata pemanfaatan dana sosial pegawai PLN agar memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan.
“Momentum Idul Adha menjadi pengingat untuk memperkuat solidaritas sosial. Karena itu, dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari karyawan PLN kami arahkan ke program-program produktif yang dapat membantu masyarakat meningkatkan taraf hidupnya,” ujar Usman.
Ia menambahkan bahwa sinergi antara pelayanan kelistrikan dan program sosial menjadi bagian dari komitmen PLN dalam menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata.
Manager PLN UP3 Kotamobagu, Reki Wowiling, mengatakan pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi salah satu fokus perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial.
“PLN ingin hadir secara holistik di tengah masyarakat. Tidak hanya memastikan pasokan listrik yang andal, tetapi juga berkontribusi dalam penguatan ekonomi masyarakat melalui berbagai program sosial yang berkelanjutan,” katanya.
Program Gerobak Cahaya mendapat sambutan positif dari masyarakat. Salah seorang penerima manfaat, Ahmad Afandi, mengaku bantuan tersebut memberikan harapan baru bagi perkembangan usahanya.
Menurut Ahmad, tambahan sarana usaha dan modal kerja yang diterimanya akan membantu meningkatkan kapasitas usaha, terutama menjelang meningkatnya aktivitas ekonomi saat momen hari raya.
Melalui YBM PLN, perusahaan berharap semakin banyak masyarakat yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan usaha secara mandiri, sehingga mampu menciptakan ekonomi lokal yang lebih kuat dan berdaya tahan.
(***/Finda Muhtar)








