Manado, VivaSulut – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak memberikan penilaian tinggi terhadap potensi ekonomi Sulawesi Utara.
Menurutnya, provinsi di ujung utara Pulau Sulawesi itu merupakan daerah yang diberkati dengan kekayaan alam luar biasa, baik di daratan maupun lautan.
Hal tersebut disampaikan Emil Dardak usai mengikuti kegiatan Misi Dagang dan Investasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di Manado, Kamis (4/6/2026).
“Sulawesi Utara ini potensi daratnya luar biasa. Ada cengkih, kelapa, dan berbagai komoditas yang ditanam di dataran tinggi termasuk di kawasan Modoinding,” ujar Emil.
Namun menurutnya, kekuatan terbesar Sulut bukan hanya berada di sektor perkebunan dan pertanian.
Dengan wilayah yang sebagian besar merupakan perairan, Sulawesi Utara memiliki potensi maritim yang sangat besar dan menjanjikan.
“Kalau melihat luas wilayah Sulut sekitar 57 ribu kilometer persegi, yang daratan hanya sekitar 14 ribu kilometer persegi. Selebihnya adalah wilayah maritim. Artinya potensi lautnya luar biasa,” katanya.
Suami dari selebriti, Arumi Bachsin ini mencontohkan komoditas tuna asal Sulawesi Utara yang diolah di Jawa Timur sebagai bukti bahwa kedua provinsi memiliki hubungan ekonomi yang saling melengkapi.
“Tuna dari Sulut diolah di Jawa Timur. Ini menunjukkan potensi yang sangat komplementer. Sulawesi Utara diberkati dengan kekayaan alam yang besar dan tentu ingin mendapatkan nilai tambah semaksimal mungkin untuk kesejahteraan masyarakatnya,” jelasnya.
Menurut Emil, Jawa Timur hadir bukan hanya sebagai mitra dagang, tetapi sebagai saudara yang ingin tumbuh dan maju bersama Sulawesi Utara.
Bitung Dinilai Strategis Jadi Pusat Distribusi Internasional
Dalam wawancara tersebut, Emil juga menyoroti posisi strategis Kota Bitung yang dinilainya memiliki peluang besar menjadi pusat distribusi perdagangan menuju kawasan Pasifik.
Menurutnya, lokasi Sulawesi Utara yang dekat dengan Filipina dan negara-negara Pasifik merupakan keunggulan yang tidak dimiliki banyak daerah lain di Indonesia.
“Kalau Kota Bitung ini sangat bagus untuk menjangkau Filipina dan kawasan Pasifik. Ini potensi yang luar biasa,” ujarnya.
Ia bahkan melihat peluang sinergi yang lebih luas antara Jawa Timur dan Sulawesi Utara dalam membuka akses pasar internasional.
“Jawa Timur bisa bersinergi dengan Sulawesi Utara. Kami mungkin kuat ke arah pasar barat seperti Singapura, Eropa, Afrika dan Asia Selatan, sementara Sulut sangat strategis untuk kawasan Pasifik. Ini saling melengkapi,” katanya.
Tak hanya itu, Emil menilai berbagai produk dari Jawa Timur juga berpotensi memanfaatkan Sulawesi Utara sebagai jalur distribusi menuju pasar luar negeri, termasuk Filipina Selatan.
“Barang-barang dari Jawa Timur seperti tembakau dan komoditas lainnya bisa menjangkau pasar hingga Davao melalui Sulawesi Utara. Justru Sulut bisa menjadi hub atau pusat jalur distribusi tersebut,” ungkapnya.
Kerja Sama Harus Beri Manfaat Nyata
Meski nilai komitmen transaksi dalam misi dagang tahun ini meningkat dibanding beberapa tahun lalu, Emil mengingatkan bahwa yang terpenting adalah realisasi kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua daerah.
“Kami harus mengawal agar kerja sama ini berjalan lancar dan benar-benar terealisasi. Yang paling penting manfaatnya bisa dirasakan masyarakat Sulawesi Utara maupun Jawa Timur,” tegasnya.
Emil menambahkan, semangat yang dibangun dalam kerja sama kedua provinsi adalah hubungan yang saling menguntungkan atau win-win solution.
“Jawa Timur dan Sulawesi Utara harus maju bersama. Potensi kedua daerah berbeda, tetapi justru karena berbeda maka bisa saling melengkapi dan memperkuat satu sama lain,” pungkasnya.
(Finda Muhtar)








