Laut Sitaro Terancam Jika Tak Dijaga, 160 Warga Diajak Kenali ‘Tabungan Ikan’ Lewat Cara Unik

Sitaro, VivaSulut – Kesadaran menjaga kelestarian laut terus diperkuat di Kabupaten Kepulauan Sitaro.

Sebanyak 160 peserta dari berbagai elemen masyarakat mengikuti sosialisasi pengelolaan sumber daya perikanan berkelanjutan yang digelar Kelompok PAAP Mandolokang bersama Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Sitaro dan Rare di Kantor Camat Tagulandang Selatan, Desa Kisihang, Kamis (28/5/2026).

Menariknya, pesan penting tentang menjaga keberlanjutan sumber daya laut tidak disampaikan melalui seminar formal semata.

Para peserta diajak memahami pentingnya menjaga ekosistem perairan melalui permainan edukatif “Marijo Torang Mangael”, permainan ular tangga bertema perikanan, hingga aksi bersih-bersih pantai.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Plt Bupati Kepulauan Sitaro, Heronimus Makainas.

Kehadirannya menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap upaya masyarakat dalam mendorong pengelolaan sumber daya pesisir dan perikanan yang berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Heronimus mengingatkan bahwa sekitar 91 persen wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro merupakan lautan.

Karena itu, menurutnya, menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab seluruh masyarakat.

“Program seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga sumber daya laut kita agar tetap berkelanjutan bagi generasi mendatang,” kata Heronimus.

Kelompok PAAP Mandolokang
Kelompok PAAP Mandolokang.

Usai membuka kegiatan, Heronimus turut mencoba permainan edukatif “Marijo Torang Mangael” bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan sejumlah kepala perangkat daerah yang hadir.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut anggota DPRD Sitaro, Komandan Pos TNI AL Tagulandang, Danramil 1301-01 Tagulandang, Kapolsek Tagulandang, Kepala Badan Perencanaan, Riset dan Inovasi Daerah, Kepala Lembaga Pemasyarakatan, serta Camat Tagulandang Selatan.

Sebelum permainan dimulai, peserta mendapatkan pemahaman mengenai Program Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP) yang saat ini dijalankan di wilayah Tagulandang.

Program tersebut bertujuan mendukung pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan melalui keterlibatan aktif masyarakat.

Salah satu konsep yang diperkenalkan adalah Kawasan Larang Ambil (KLA) atau yang dikenal masyarakat sebagai “tabungan ikan”.

Kawasan ini merupakan area perairan yang dilindungi agar ikan dan biota laut dapat tumbuh dan berkembang biak secara optimal.

Dengan adanya KLA, stok ikan di perairan sekitar diharapkan meningkat sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat pesisir, terutama nelayan. Pemanfaatan hasil laut juga didorong dilakukan secara bertanggung jawab melalui penggunaan alat tangkap yang ramah lingkungan agar keseimbangan ekosistem tetap terjaga.

Suasana kegiatan semakin semarak dengan keterlibatan pelajar yang ikut bermain sekaligus mengikuti aksi bersih pantai. Kehadiran generasi muda dinilai penting untuk menanamkan kesadaran menjaga laut sejak dini.

Selain mengikuti permainan edukatif, para pelajar juga menerima materi dari Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Sitaro tentang pentingnya menjaga ekosistem pesisir dan laut sebagai sumber kehidupan masyarakat kepulauan.

Sebagai penutup, Pelaksana Tugas Bupati bersama anggota DPRD, unsur TNI-Polri, Kepala Lembaga Pemasyarakatan, Camat Tagulandang Selatan, serta para pemangku kepentingan menandatangani pakta integritas sebagai simbol komitmen bersama dalam mendukung pengelolaan sumber daya pesisir dan perikanan secara berkelanjutan.

Kelompok PAAP Mandolokang berharap kegiatan ini mampu memperkuat kesadaran masyarakat bahwa menjaga kelestarian laut bukan hanya tugas nelayan atau pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh warga yang hidup dan bergantung pada ekosistem pesisir.

Diketahui, Kelompok PAAP Mandolokang merupakan kelompok masyarakat yang fokus pada pengelolaan akses area perikanan dan mendorong praktik pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan di wilayah Tagulandang dan sekitarnya.

(***/Finda Muhtar)