Vikram Tuahuns Ingatkan Muswil BKPRMI Sulut Jangan Sekadar Seremonial Empat Tahunan, Harus Naik Kelas

Minahasa Utara42 Dilihat

 

Minut, VivaSulut – Musyawarah Wilayah (Muswil) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara diharapkan tidak hanya menjadi agenda rutin pergantian kepengurusan semata.

Ketua Umum DPK BKPRMI Minahasa Utara, Vikram Tuahuns, mengingatkan agar forum tertinggi organisasi tersebut menjadi momentum evaluasi dan pembenahan arah gerakan dakwah serta pembinaan generasi muda masjid.

Menurut Vikram, selama ini pelaksanaan pemilihan ketua dan pengurus tingkat provinsi kerap terjebak pada pola seremonial empat tahunan yang hanya memenuhi kewajiban administratif organisasi.

“Pemilihan ketua dan pengurus provinsi jangan hanya menjadi acara seremonial empat tahunan. Muswil harus menjadi momentum perubahan dan penguatan peran BKPRMI dalam menjawab kebutuhan umat dan tantangan zaman,” ujar Vikram, Minggu (32/5/2026).

Ia menegaskan, BKPRMI sebagai organisasi yang berorientasi pada pembinaan pemuda dan remaja masjid memiliki tanggung jawab besar dalam membangun generasi Islam yang berkarakter, sekaligus menjaga nilai-nilai kebangsaan berdasarkan Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Karena itu, kata dia, BKPRMI harus kembali menguatkan jati dirinya sebagai pusat ibadah, perjuangan, dan kebudayaan.

Kader-kader organisasi dituntut memiliki karakter muwahhid, mujahid, musaddid, muaddib, dan mujaddid sebagai landasan dalam menjalankan aktivitas dakwah dan pengabdian kepada masyarakat.

“BKPRMI harus menjadi organisasi yang strategis, relevan, dan mampu menghadirkan solusi bagi umat. Jangan sampai hanya menjadi wadah berkumpul tanpa arah dan program yang jelas,” tegasnya.

Menjelang Muswil BKPRMI Sulut, Vikram juga menyoroti pentingnya menghadirkan figur pemimpin yang visioner, berintegritas, dan mampu membawa organisasi beradaptasi dengan perkembangan zaman. Menurutnya, kepemimpinan dalam BKPRMI merupakan amanah yang harus dijalankan dengan prinsip pelayanan kepada umat.

Ia menilai pemimpin BKPRMI ke depan harus mengedepankan sifat siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah, serta mampu menjaga independensi organisasi dari kepentingan-kepentingan praktis yang dapat mengaburkan tujuan utama pembinaan generasi muda masjid.

“Pemimpin BKPRMI adalah pelayan umat, bukan pencari kekuasaan. Organisasi ini harus tetap fokus pada misi dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan pemuda masjid,” katanya.

Vikram Tuahuns berharap Muswil BKPRMI Sulut dapat melahirkan kepemimpinan yang bersih, independen, dan memiliki komitmen kuat terhadap penguatan peran masjid sebagai pusat pembinaan umat, sehingga BKPRMI semakin berkontribusi dalam pembangunan karakter generasi muda di Sulawesi Utara.

(***/Finda Muhtar)