Canberra, VivaSulut – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Canberra menggelar Cultural and Tourism Promotion Program (CTPP) bertajuk “Sulawesi: Untamed Beauty at the Equator”, Senin (20/4/2026), sebagai upaya memperkuat diplomasi budaya sekaligus mempromosikan potensi pariwisata Sulawesi ke panggung internasional.
Kegiatan ini melibatkan komunitas diaspora Kawanua Se Dunia Australia Incorporated (KSD Australia) dari Melbourne, yang secara khusus diundang untuk menampilkan kekayaan seni tradisional Sulawesi Utara.
Acara tersebut dihadiri korps diplomatik negara sahabat, perwakilan pemerintah federal Australia, serta tamu lokal.
Dalam pagelaran budaya, penampilan musik kolintang membawakan lagu-lagu Minahasa seperti “Esa Mokan”, “O Ina Ni Keke”, dan “Si Patokaan” sukses memikat perhatian undangan.

Atraksi dilanjutkan dengan Tari Kabasaran yang enerjik, diiringi tabuhan tambor dan kenong, menghadirkan nuansa heroik khas Sulawesi Utara di jantung ibu kota Australia.
Selain seni pertunjukan, promosi budaya juga diperkuat melalui peragaan busana hasil kolaborasi dengan Eco Fashion Week Australia.
Model lokal Australia dari Perth tampil mengenakan busana berbahan tenun Donggala, Sulawesi Tengah, karya desainer Buya Subi yang mengusung sentuhan kontemporer tanpa meninggalkan nilai tradisional.
Duta Besar RI untuk Australia, Siswo Pramono, bersama sang istri, turut menyambut langsung kedatangan tim KSD Australia yang menempuh perjalanan darat sekitar delapan jam dari Melbourne ke Canberra.

Pertemuan tersebut juga dihadiri CEO Eco Fashion Week Australia serta Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah, memperkuat sinergi promosi lintas sektor.
Sebanyak 13 anggota tim KSD Australia, terdiri dari seniman dewasa dan anak-anak, berperan aktif dalam pertunjukan.
Mereka tidak hanya tampil sebagai musisi dan penari, tetapi juga membawa semangat pelestarian budaya di tengah diaspora Indonesia di luar negeri.
Kesuksesan acara ini tidak lepas dari peran Fungsi Sosial dan Budaya KBRI Canberra yang dipimpin oleh Bonar Simeon Bintang, yang mengoordinasikan seluruh persiapan sejak dua bulan sebelumnya, mulai dari komunikasi dengan komunitas diaspora hingga pengaturan teknis kegiatan.

Menariknya, sebelum kembali ke Melbourne, tim KSD Australia sempat menggelar sesi santai di Wisma Dubes.
Dalam momen tersebut, Ibu Duta Besar berkesempatan memainkan kolintang untuk pertama kalinya, membawakan lagu “Waltzing Matilda”, “Hari Kartini”, dan “Bengawan Solo” bersama para seniman.
Melalui kegiatan ini, KBRI Canberra menegaskan komitmennya dalam memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia, khususnya Sulawesi, sebagai bagian dari strategi diplomasi lunak yang mampu menjangkau publik internasional secara lebih luas.
(***/Finda)






