
Jakarta, VivaSulut – Perjalanan pendidikan Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, mencapai babak baru.
Di tengah kesibukannya memimpin daerah, ia resmi menyandang gelar doktor setelah berhasil mempertahankan disertasi dalam Sidang Promosi Doktor di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2026).
Sidang akademik yang berlangsung di bawah koordinasi Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia itu digelar di Ruang Sidang Sekolah Pascasarjana IPDN dan berjalan sekitar dua jam, mulai pukul 15.00 hingga 17.30 WIB.
Dalam forum tersebut, Joune Ganda memaparkan hasil penelitiannya dengan sistematis, menunjukkan konsistensi antara pengalaman praktik pemerintahan dan pendekatan ilmiah yang ia bangun selama studi.
Disertasi berjudul “Implementasi Kebijakan Pengembangan Pariwisata Kawasan Metropolitan Bitung–Minahasa–Manado di Provinsi Sulawesi Utara” menjadi puncak dari proses akademik yang ia tempuh.
Penelitian tersebut mengkaji pentingnya integrasi kebijakan lintas daerah dalam mendorong pertumbuhan pariwisata berbasis kawasan.
Ia menekankan bahwa koordinasi antarpemerintah kabupaten/kota dan provinsi merupakan kunci menciptakan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Bagi Joune, capaian ini bukan sekadar gelar akademik.
Di sela tugas pemerintahan, ia tetap menuntaskan kewajiban riset, pengumpulan data lapangan, hingga penyusunan disertasi.
Selama sesi tanya jawab, tim penguji melontarkan sejumlah pertanyaan kritis yang dijawabnya secara argumentatif dengan dukungan teori dan temuan empiris.
Dewan penguji akhirnya menyatakan Joune Ganda lulus dan berhak menyandang gelar doktor.
Pihak IPDN dalam rilis resminya menyebut keberhasilan tersebut mencerminkan sinergi antara kepemimpinan pemerintahan dan penguatan kapasitas intelektual.
“Gelar doktor ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan amanah untuk lebih mengabdi demi masyarakat,” ujar Joune usai sidang.
Suami dari Rizya Ganda Davega juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga dan seluruh pihak yang mendukung proses studinya.
Pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Minahasa Utara.
(***/Finda)








