Direktur PLN Tinjau PLTU Palu 3, Pastikan Keandalan Listrik Sulawesi Tengah Jelang HUT ke-81 RI

Ekonomi Bisnis44 Dilihat

Donggala, VivaSulut – PT PLN (Persero) memastikan kesiapan sistem pembangkitan listrik di Sulawesi Tengah menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kunjungan kerja Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero), Rizal Calvary Marimbo, ke PLTU Palu 3 di Desa Lero Tatari, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala.

PLTU Palu 3 berkapasitas 2 x 50 megawatt (MW) atau total 100 MW merupakan salah satu pembangkit strategis yang menopang keandalan sistem kelistrikan di Sulawesi Tengah.

Dalam kunjungan tersebut, Rizal bersama jajaran manajemen meninjau kinerja operasional pembangkit, strategi pemeliharaan, hingga kesiapan stok batu bara guna memastikan pembangkit tetap beroperasi secara optimal.

Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero), Rizal Calvary Marimbo, menegaskan bahwa menjaga performa pembangkit merupakan bagian dari kontribusi PLN dalam mendukung pembangunan nasional melalui penyediaan energi listrik yang andal.

“Menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia, kami ingin memastikan seluruh unit pembangkit beroperasi secara optimal, aman, dan efisien. Pasokan listrik yang andal merupakan fondasi penting bagi kemajuan bangsa. Kami mengapresiasi dedikasi seluruh tim yang terus menjaga kinerja operasional PLTU Palu 3,” ujar Rizal.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo), Usman Bangun, mengatakan kesiapan pembangkit menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas pasokan listrik hingga ke pelanggan.

Menurutnya, keandalan PLTU Palu 3 memberikan kepastian pasokan energi bagi masyarakat maupun sektor produktif di Sulawesi Tengah, terutama pada momentum peringatan HUT Kemerdekaan RI.

Melalui penguatan kesiapan pembangkit, PLN menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan kelistrikan yang aman, andal, dan berkelanjutan guna mendukung aktivitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi daerah.

(***)