Program TJSL PLN Sulap Sampah TPA Kawatuna Jadi Sumber Penghasilan Masyarakat

Ekonomi Bisnis567 Dilihat

Palu, VivaSulut – Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) terbukti memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kawatuna, Kota Palu.

Bantuan dua unit mesin pencacah sampah yang disalurkan PLN dua tahun lalu kini mampu mengubah sampah menjadi sumber ekonomi dengan pendapatan mencapai Rp10 juta hingga Rp12 juta setiap bulan.

TPA Kawatuna yang berada di Kelurahan Kawatuna, Kecamatan Mantikulore, selama ini menjadi lokasi pengelolaan sampah Kota Palu. Di balik aktivitas pengolahan limbah tersebut, masyarakat kini memperoleh peluang usaha baru melalui produksi pupuk kompos dari sampah organik.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo), Usman Bangun, mengatakan program TJSL tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN dalam menjalankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

“PLN tidak hanya berkomitmen menghadirkan listrik yang andal, tetapi juga berperan sebagai penggerak ekonomi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Pemanfaatan mesin pencacah sampah di TPA Kawatuna mampu menciptakan ekonomi sirkular yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Usman.

Menurutnya, mesin pencacah tersebut membantu mempercepat proses pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos yang memiliki nilai jual, sekaligus mengurangi timbulan sampah yang berakhir di TPA.

Kepala UPTD TPA Kawatuna, Moh. Saiful, mengungkapkan bantuan PLN hingga kini masih dimanfaatkan secara optimal. Dua unit mesin pencacah tetap beroperasi dan menjadi peralatan utama dalam mendukung pengelolaan sampah.

“Alhamdulillah, bantuan dari PLN masih berfungsi dengan baik. Pengolahan sampah menjadi lebih cepat dan efisien sehingga menghasilkan kompos yang memiliki nilai ekonomi,” katanya.

Ia menyebutkan, aktivitas pengolahan sampah tersebut kini mampu menghasilkan pendapatan sekitar Rp10 juta hingga Rp12 juta setiap bulan.

“Pendapatan tersebut sangat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang selama ini menggantungkan mata pencahariannya dari aktivitas di TPA Kawatuna,” jelasnya.

PLN berharap program TJSL ini terus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan sampah yang produktif, sekaligus mendukung target pembangunan berkelanjutan dengan menghadirkan manfaat ekonomi dan lingkungan secara bersamaan.

(***/Finda Muhtar)