Jakarta, VivaSulut – Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus memaparkan strategi pembangunan manusia yang dijalankan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara hingga mampu mencatatkan angka harapan hidup tertinggi di Pulau Sulawesi dan masuk 10 besar nasional.
Hal itu disampaikan Gubernur Yulius Selvanus saat menjadi narasumber dalam program Selamat Pagi Indonesia di Metro TV, Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Dalam dialog tersebut, Gubernur Yulius Selvanus menjelaskan bahwa peningkatan angka harapan hidup tidak hanya ditentukan oleh sektor kesehatan, tetapi merupakan hasil kolaborasi lintas sektor, mulai dari pendidikan, pengentasan kemiskinan, penyediaan infrastruktur dasar hingga penguatan budaya gotong royong di tengah masyarakat.
“Bagi kami, pembangunan manusia adalah fondasi utama. Pemerintah provinsi tidak bisa bekerja sendiri. Semua berkolaborasi sehingga hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata gubernur.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka harapan hidup Sulawesi Utara mencapai 74,44 tahun atau meningkat 0,36 tahun dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian tersebut menjadikan Sulut sebagai provinsi dengan angka harapan hidup tertinggi di Pulau Sulawesi sekaligus masuk jajaran 10 besar nasional.
Menurut Gubernur Yulius Selvanus, salah satu faktor pendukung capaian tersebut adalah tingginya akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.
Saat ini kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Sulawesi Utara telah mencapai 99,1 persen dengan tingkat keaktifan peserta sebesar 81,4 persen atau melampaui target nasional.
“Kami ingin seluruh masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang mudah, cepat dan berkualitas. Itu komitmen kami,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelayanan kesehatan di Sulawesi Utara dibangun berdasarkan tiga prinsip utama, yakni dekat, cepat dan bermutu.
Meski demikian, pemerintah tetap menghadapi tantangan pemerataan layanan karena Sulawesi Utara memiliki 382 pulau yang membutuhkan perhatian khusus.

Selain memperluas akses layanan kesehatan, Pemprov Sulut juga memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui pemberian gizi bagi ibu hamil, balita, anak-anak serta kelompok lansia rentan.
Gubernur Yulius Selvanus mengajak seluruh ibu hamil rutin memeriksakan kehamilan sesuai standar pelayanan antenatal (ANC) sebagai langkah penting mencegah stunting sejak dini.
“Kami memberikan vitamin, tablet tambah darah, pemeriksaan kesehatan dan pendampingan secara menyeluruh. Jangan takut datang ke fasilitas kesehatan karena semuanya difasilitasi pemerintah,” katanya.
Perhatian terhadap kelompok lanjut usia juga menjadi bagian dari program pemerintah daerah.
Pemprov Sulut tengah menyiapkan Taman Lansia sebagai ruang aktivitas sekaligus implementasi Program Tujuh Lansia Tangguh agar para lansia tetap sehat, aktif, produktif dan bahagia.
“Lansia jangan hanya menunggu waktu. Mereka harus tetap bergerak, sehat, produktif dan bahagia,” ujar gubernur.
Menurutnya, peningkatan kualitas hidup masyarakat juga didukung sektor pendidikan, penyediaan air bersih, sanitasi, rumah layak huni, pemberdayaan perempuan hingga penguatan Posyandu.
Bahkan tingkat melek huruf masyarakat Sulawesi Utara kini telah mencapai sekitar 99 persen.
“Kesehatan adalah hasil kerja bersama. Ketika pendidikan baik, ekonomi tumbuh, lingkungan sehat dan budaya gotong royong tetap hidup, maka kualitas hidup masyarakat ikut meningkat,” tuturnya.
Atas berbagai capaian tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menerima penghargaan Outstanding Province in Life Expectancy Value pada ajang National Governance Awards (NGA) 2026 yang diselenggarakan Metro TV.
Namun demikian, Gubernur Yulius Selvanus menegaskan penghargaan tersebut bukan tujuan akhir, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Penghargaan menjadi motivasi bagi kami untuk terus bekerja lebih baik lagi demi masyarakat Sulawesi Utara,” katanya.
Sebagai langkah jangka panjang, Pemprov Sulut juga memperkuat pemenuhan tenaga kesehatan melalui pembukaan Fakultas Kedokteran di Universitas Negeri Manado (Unima), yang selanjutnya akan diikuti Universitas Klabat dan Universitas De La Salle.
Langkah tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dokter, terutama di wilayah kepulauan.
“Kami ingin putra-putri Sulawesi Utara menjadi dokter dan kembali mengabdi di daerahnya sendiri sehingga pelayanan kesehatan semakin merata sampai ke pulau-pulau terluar,” ujar gubernur.
Sebelum tampil dalam program tersebut, Gubernur Yulius Selvanus bersilaturahmi dengan jajaran pimpinan Metro TV.
Kehadirannya disambut langsung oleh Pemimpin Redaksi Budiyanto, Direktur Sales dan Marketing Revilino Reza, Head of Public Relations Eva Wondo, Perwakilan Metro TV Sulawesi Utara Amanda Komaling, Host Selamat Pagi Indonesia Gadis Bianca, serta Tim External Metro TV Ricky Dajoh.
Ia didampingi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Sulut Zainudin Saleh Hilimi, Kepala Dinas Kesehatan Sulut dr. Rima Lolong, Komisioner KPID Sulut Reidi Sumual, Direktur Utama RSUD Provinsi Sulut dr. David Kolibu, Kepala Badan Penghubung Daerah Sulut di Jakarta Reynaldo Walujan, serta tim khusus gubernur.
(Finda Muhtar)







