Minit, VivaSulut – Komitmen Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan kembali mendapat perhatian.
Di bawah kepemimpinannya, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara terus mengakselerasi berbagai program pelestarian lingkungan, termasuk pengembangan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di wilayah kepulauan yang terintegrasi dengan sektor pariwisata.
Langkah strategis tersebut ditunjukkan melalui presentasi proyek Sustainable Community Development Based on Circular Waste Management in Island Areas of North Minahasa, Indonesia di hadapan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia dalam rapat tindak lanjut program Official Development Assistance (ODA).
Program yang digagas Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara ini akan diterapkan di Pulau Mantehage dan Pulau Nain, dua kawasan kepulauan yang berada di wilayah penyangga Taman Nasional Bunaken dan memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata unggulan.
Mewakili Sekretaris Daerah, Kepala Bagian Pemerintahan Setda Minahasa Utara, Sefferson Sumampouw, memaparkan konsep pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dalam pengelolaan lingkungan.
“Melalui pendekatan ekonomi sirkular, masyarakat akan menjadi aktor utama dalam pengelolaan sampah, mulai dari pengurangan, pemilahan, pengolahan hingga pemanfaatan kembali sampah yang memiliki nilai ekonomi,” jelas Sefferson.
Di bawah arahan Bupati Joune Ganda, program tersebut tidak hanya berorientasi pada penanganan sampah, tetapi juga dirancang untuk memperkuat ekowisata sebagai salah satu pilar pembangunan ekonomi masyarakat pesisir.
Joune Ganda menilai keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.
Karena itu, pengelolaan sampah di kawasan kepulauan menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah untuk memastikan potensi wisata bahari Minahasa Utara tetap terjaga dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Lebih jauh, Joune Ganda optimistis peluang kerja sama internasional yang tengah dijajaki, termasuk rencana hibah dari Pemerintah Korea Selatan, akan menjadi pengungkit percepatan pembangunan sistem pengelolaan sampah modern di wilayah kepulauan.
“Kolaborasi ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan kawasan kepulauan yang bersih, berkelanjutan dan berdaya saing, sekaligus memperkuat posisi Minahasa Utara dalam agenda pembangunan global di tingkat lokal,” ujar Joune Ganda.
Komitmen tersebut mendapat dukungan dari berbagai perangkat daerah. Kepala Dinas Pariwisata Minahasa Utara, Jein Barantian, menilai integrasi pengelolaan sampah dengan konsep ekowisata merupakan langkah strategis untuk menjaga kualitas destinasi wisata sekaligus meningkatkan daya saing daerah.
Menurutnya, lingkungan yang bersih dan terjaga merupakan modal utama dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan di kawasan kepulauan.
Melalui proyek ini, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara menunjukkan keseriusannya menjadikan isu lingkungan sebagai bagian penting dari agenda pembangunan daerah.
Jika terealisasi, program tersebut tidak hanya akan menciptakan kawasan wisata yang lebih bersih dan sehat, tetapi juga berpotensi menjadi model pengelolaan sampah berbasis masyarakat bagi wilayah kepulauan lainnya di Indonesia.
(***/Finda Muhtar)











