PLN Edukasi Pelajar Manado, Layang-Layang Dekat Kabel Listrik Bisa Berakibat Fatal

Ekonomi Bisnis1396 Dilihat

 

Manado, VivaSulut – PT PLN (Persero) melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Manado Utara mengingatkan para pelajar tentang bahaya aktivitas yang berpotensi memicu kecelakaan listrik, salah satunya bermain layang-layang di dekat jaringan listrik.

Peringatan tersebut disampaikan dalam program “PLN Goes to School” yang digelar di SMA Negeri 4 Manado, Kelurahan Perkamil. Kegiatan edukasi ini diikuti puluhan siswa, tenaga pendidik, serta jajaran guru komite sekolah.

Dalam kegiatan tersebut, tim Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) PLN memberikan pemahaman mengenai berbagai potensi bahaya listrik yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Selain bermain layang-layang di dekat jaringan listrik, siswa juga diedukasi tentang risiko penggunaan stopkontak berlebihan hingga bahaya mendirikan bangunan terlalu dekat dengan kabel PLN.

General Manager PLN UID Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo), Usman Bangun, mengatakan generasi muda memiliki peran penting dalam menyebarluaskan budaya keselamatan ketenagalistrikan.

“Generasi muda adalah agen perubahan yang sangat efektif. Melalui program PLN Goes to School, kami ingin menanamkan awareness sejak dini bahwa di balik kemudahan energi listrik yang kita nikmati, ada aspek keselamatan yang wajib dijaga,” ujar Usman.

Selain penyampaian materi, siswa juga diperkenalkan dengan penggunaan peralatan listrik berstandar SNI dan langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi korsleting listrik di rumah, termasuk cara mematikan Miniature Circuit Breaker (MCB) utama.

Manager PLN ULP Manado Utara, Yuga Marlindrah, mengatakan edukasi ini menjadi penting karena listrik saat ini tidak dapat dipisahkan dari aktivitas generasi muda.

“Listrik sangat dekat dengan aktivitas anak muda saat ini, namun potensinya juga berbahaya jika kita lalai. Melalui edukasi ini, kami ingin para siswa tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pelopor keselamatan yang ikut mengingatkan lingkungan sekitar mereka,” kata Yuga.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif, kuis berhadiah, serta simulasi penanganan percikan api untuk memastikan materi yang diberikan dapat dipahami dengan baik oleh peserta.

(***/Finda Muhtar)