Bitung, VivaSulut.com — Nama Selat Lembeh Kota Bitung sudah mendunia karena menawarkan 92 spot diving kelas dunia dengan ribuan spesies unik, surga fotografi bawah laut.
Konon Selat Lembeh merupakan spot diving terbaik di dunia, yang didukung dengan biota laut yang unik.
Para penyelam menyebutnya The World’s Muck Diving Heaven atau surga untuk menyelam di bawah laut.
Sebutan tersebut karena karakter alami vulkanik yang menyelimuti bawah laut Selat Lembeh dan biota laut yang terdapat di perairan ini.

Biota laut tersebut mencakup kuda laut, ikan-ikan kecil, cumi, siput, siput laut, krustasea, dan banyak lainnya.
Salah satu spot mendunia itu adalah Teluk Kambahu yang terletak di antara Kelurahan Kasuwari – Makawidey Kecamatan Aertembaga.
Teluk ini dikenal memiliki ekosistem laut sangat kaya. Selain air yang tenang, biota laut juga menakjubkan.
Tak heran jika penyelam dari berbagai penjuru dunia menjadikan Teluk Kambahu sebagai destinasi impian.
Salah satu Dive Instruktur, Yandi Fadjri mengatakan, Teluk Kambahu memiliki keistimewaan dengan lima lokasi penyelaman atau dive site.
Setiap dive site, kata dia, ada tempat tinggal biota laut kecil yang jarang ditemukan di tempat lain.
Biota laut itu seperti Hairy Frogfish, Bluering Octopus dan Hairy Octopus.
“Keberadaan hewan-hawan ini semakin langka dan sudah seharunya di jaga sebagai biota ikon pariwisata kota Bitung,” kata Fadjrin, Kamis (21/5/2026).
Fadjri tidak menampik Teluk Kambahu sering disebut sebagai Surga Muck Diving Dunia bagi para pencinta olahraga selam.
“Teluk Kambahu merupakan salah satu titik muck diving terbaik di dunia yang dikelola di area Selat Lembeh. Karakteristik bawah lautnya meliputi habitat critters unik. Dasar laut di teluk itu berupa lereng berpasir, sehingga menjadi rumah bagi gurita penyamar,” jelasnya.
Terkait kondisi selam, ia mengaku kedalam di teluk tersebut rata-rata hingga 25 meter dengan jarak pandang 2 hingga 10 meter.
“Karena karakteristik yang berpasir halus, tempat ini dikhususkan untuk menyelam (scuba diving) dan kurang ideal untuk snorkeling,” katanya.
Rencana Pembangunan Batalyon TP 916/Bara Sakti
Namun dalam belakangan ini, nama Kambahu menjadi sorotan seiring rencana Pembangunan Batalyon TP 916/Bara Sakti Tahap III di Wilayah Kodim 1310/Bitung.
Informasinya, lokasi ini telah disurvei tim dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) untuk rencana pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (YTP) 916/Bara Sakti tahap III.
Rencana itu tak ditampik Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bitung, Rudy Theno. Ia mengakui pesisir Pantai Kambahu bakal dibangun sebagai area pertahanan negara.
Ia menyatakan pemabangunan itu merupakan kebijakan dari pemerintah pusat.
“Sebagai pemerintah daerah, kami hanya mendukung kebijakan tersebut,” kata Rudy.
Untuk luasan, Rudy enggan membeber kebutuhan pembangunan di atas tanah Eks Hak Guna Bangunan (HGB) PT Awani Modern Indonesia itu.
Hanya saja, Rudy memastikan pemerintah akan mencari solusi konkrit kepada masyarakat yang tinggal di area pesisir pantai Kambahu.
“Solusinya seperti apa, kami masih melakukan rapat-rapat koordinasi dengan pihak-pihak terkait,” katanya.
(redaksi)










