Manado, VivaSulut — Pergantian kepemimpinan di tubuh Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Sulawesi Utara menandai babak baru arah gerakan pemuda yang lebih konkret dan membumi.
Di bawah komando Standius Bara Prima Lumbaa, TIDAR Sulut didorong bukan sekadar menjadi organisasi, melainkan motor solusi bagi masyarakat.
Dalam pidato perdananya sebagai ketua terpilih, Minggu (26/4/2026), Bara menegaskan bahwa orientasi utama TIDAR Sulut ke depan adalah kerja nyata di tengah rakyat.
Ia mengangkat filosofi lokal “sitou timou tumou tou” sebagai landasan gerakan, yang menekankan pentingnya memanusiakan manusia melalui aksi langsung.
“Anggota harus turun ke masyarakat, siapkan barisan, dan menangkan hati rakyat dengan santun dan cerdas,” ujarnya.
Pendekatan ini menegaskan pergeseran arah TIDAR Sulut dari sekadar konsolidasi organisasi menuju gerakan sosial-politik yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Gaya kepemimpinan Bara yang inklusif juga dinilai menjadi kunci dalam merangkul generasi muda untuk terlibat aktif.
Dukungan terhadap arah baru ini datang dari Gubernur Sulut Yulius Selvanus yang menilai TIDAR Sulut memiliki posisi strategis dalam mendorong produktivitas anak muda.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda di sektor riil seperti pertanian, perkebunan, hingga olahraga.
Menurutnya, potensi daerah harus dikelola dengan visi berkelanjutan melalui konsep pembangunan “Sky Blue and Green Zero Emission”, yang mengedepankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.
“TIDAR sangat penting untuk mengajak anak muda bergiat di sektor produktif. Sudah baik, tapi harus lebih aktif lagi,” kata gubernur.
Sementara itu, Ketua Umum PP TIDAR, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, menegaskan bahwa transformasi organisasi harus berorientasi pada fungsi, bukan sekadar struktur.
“Yang kita kejar bukan bentuk, tapi fungsi. TIDAR harus hadir sebagai solusi,” tegasnya.
Ia juga menaruh kepercayaan besar pada kepemimpinan Bara untuk membawa TIDAR Sulut melangkah lebih jauh dengan program-program yang jelas dan berdampak.
Dengan energi baru ini, TIDAR Sulut diarahkan menjadi jembatan antara aspirasi anak muda dan kebutuhan nyata masyarakat.
Bukan hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi ruang aktualisasi yang mampu menjawab tantangan zaman, mulai dari ekonomi, sosial, hingga pembangunan berkelanjutan.
Kepemimpinan Bara pun menjadi titik awal transformasi, di mana TIDAR Sulut diharapkan tampil lebih progresif, solid, dan relevan sebagai kekuatan pemuda yang benar-benar bekerja untuk rakyat.
(***/Finda Muhtar)










