Standius Bara Prima Maju di Musda III TIDAR Sulut, Tawarkan Gerakan Pemuda Progresif dan Berdampak

Berita Utama, Manado35 Dilihat

Manado, VivaSulut — Momentum penting tengah bergulir di tubuh organisasi kepemudaan Partai Gerindra.

Musyawarah Daerah (Musda) III Tunas Indonesia Raya Sulawesi Utara (TIDAR Sulut) yang digelar Minggu (26/04/2026) di Kota Manado bukan sekadar agenda rutin, melainkan panggung strategis konsolidasi pemuda di Bumi Nyiur Melambai.

Di tengah dinamika tersebut, Standius Bara Prima, S.Ikom, M.Ikom, tampil sebagai salah satu figur yang mencuri perhatian.

Putra dari Gubernur Sulut Yulius Selvanus ini resmi mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Pengurus Daerah (PD) TIDAR Sulut, membawa semangat perubahan yang progresif dan berorientasi aksi nyata.

Kehadiran Bara saat pendaftaran bukan tanpa makna. Ia diantar langsung oleh Ketua PC TIDAR Minahasa Tenggara, Kenny Solar, serta Ketua PC TIDAR Sitaro, Gerald Kalangit.

Dukungan ini menjadi sinyal kuat bahwa langkah Bara mendapatkan legitimasi dari struktur kader di tingkat cabang.

Berkas pencalonannya diterima langsung oleh Ketua PD TIDAR Sulut, Tommy Daud Parasan, didampingi Sekretaris Adi Sangki dan Ketua Panitia Musda III, Sis Miracle Sengkey.

Proses ini menandai dimulainya kontestasi ide dan gagasan yang akan menentukan arah organisasi lima tahun ke depan.

Di sisi lain, Musda kali ini dirancang tidak hanya sebagai forum pemilihan, tetapi juga ruang penguatan kapasitas kader.

Berdasarkan dokumen resmi, rangkaian kegiatan bertajuk “Tunas 3 & Musda PD TIDAR Sulawesi Utara” menghadirkan sejumlah pemateri dengan materi strategis.

Para kader dibekali pemahaman mendalam terkait kewirausahaan dan politik oleh Jemmy Asiku dari Kadin Kota Manado, yang mengulas keterkaitan antara kemandirian ekonomi dan pengaruh politik.

Sementara itu, Dekan Fispol Unsrat, Dr. Ferry Liando, memberikan perspektif akademik tentang sistem pemilu dan demokrasi di Indonesia.

Penguatan strategi politik juga menjadi fokus, melalui materi dari Sekretaris DPD Gerindra Sulut, Harvani Boki, yang membahas teknik kampanye dan penggalangan massa.

Tak kalah penting, penguatan ideologi disampaikan oleh Kabid OKK PP TIDAR, Rizky Emirdhani Utama, serta Ketua Umum PP TIDAR, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, yang membawakan manifesto kader sebagai arah perjuangan organisasi.

Memasuki sore hari, tepat pukul 16.00 WITA, agenda bergeser ke Sidang Pleno Musda.

Fokus utama tertuju pada Pleno III, yakni proses pemilihan Ketua PD TIDAR Sulut periode 2026–2031—sebuah fase krusial yang akan menentukan wajah dan arah gerak organisasi ke depan.

Di tengah momentum tersebut, Bara menegaskan visinya untuk menjadikan TIDAR sebagai wadah strategis bagi generasi muda.

“TIDAR harus menjadi rumah besar bagi anak muda untuk bertumbuh, berdaya saing, dan berkontribusi nyata bagi daerah. Saya ingin menghadirkan gerakan yang lebih inklusif, kolaboratif, dan berorientasi pada aksi,” tegasnya.

Pernyataan ini menempatkan Bara sebagai figur yang tidak hanya membawa gagasan, tetapi juga menawarkan arah gerakan yang konkret dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Ketua PD TIDAR Sulut, Tommy Daud Parasan, turut mengapresiasi partisipasi kader muda dalam kontestasi ini.

Menurutnya, Musda adalah momentum strategis untuk melahirkan pemimpin visioner yang siap menjawab tantangan daerah.

Dengan latar belakang akademik komunikasi serta jejaring organisasi yang kuat, Bara dinilai memiliki modal untuk mengonsolidasikan kekuatan pemuda dan memperluas pengaruh TIDAR di Sulawesi Utara.

Musda III TIDAR Sulut pun kini menjadi lebih dari sekadar forum pemilihan. Ia menjelma sebagai titik temu antara gagasan, kaderisasi, dan arah baru gerakan pemuda, di mana sosok seperti Bara hadir membawa harapan akan lahirnya kepemimpinan yang progresif, inklusif, dan berdampak nyata bagi daerah.

(***/Finda Muhtar)