Anik Yulius Selvanus Perkuat Peran Remaja dalam Perang Lawan Stunting di Sulut

Pemprov Sulut1552 Dilihat

Manado, VivaSulut – Komitmen kuat Ketua Ketua TP PKK Sulawesi Utara, Anik Yulius Selvanus dalam mendorong lahirnya generasi sehat kembali ditegaskan lewat keterlibatannya sebagai juri kehormatan pada Grand Final Pemilihan Duta Cegah Stunting Remaja tingkat Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Manado Town Square, Jumat (24/4/2026).

Kehadiran istri tercinta Gubernur Sulut Yulius Selvanus ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi simbol keseriusan dalam membangun strategi pencegahan stunting yang lebih progresif dan menyentuh akar persoalan.

Ia menempatkan generasi muda sebagai garda terdepan dalam upaya memutus rantai stunting di Sulawesi Utara.

Menurut Anik Yulius Selvanus, pendekatan terhadap remaja harus dilakukan secara adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman.

Edukasi tentang gizi seimbang, kesehatan reproduksi, hingga pola hidup sehat, kata dia, harus dikemas secara menarik agar mudah diterima dan diterapkan oleh kalangan muda.

“Remaja hari ini adalah penentu kualitas generasi masa depan. Karena itu, mereka harus dibekali pengetahuan yang cukup sejak dini, agar mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing,” tegas Anik Yulius Selvanus.

Ia juga menekankan bahwa pencegahan stunting tidak dimulai saat kehamilan, melainkan sejak masa remaja.

Kesiapan fisik, mental, hingga pemahaman tentang pentingnya asupan gizi menjadi fondasi utama dalam menciptakan keluarga sehat ke depan.

Di bawah perhatian Anik Yulius Selvanus, ajang pemilihan Duta Cegah Stunting Remaja ini berkembang menjadi ruang edukasi yang strategis.

Para peserta tidak hanya diuji dari sisi penampilan, tetapi juga kedalaman gagasan serta kemampuan mereka dalam mengampanyekan isu stunting secara kreatif dan berdampak.

Antusiasme peserta dari berbagai kabupaten dan kota menunjukkan bahwa gerakan yang didorong Anik Yulius Selvanus mulai mendapatkan resonansi luas di tengah masyarakat.

Kolaborasi antara pemerintah, organisasi, dan generasi muda semakin menguat sebagai fondasi percepatan penurunan stunting.

Melalui kegiatan ini, Anik Yulius Selvanus berharap para duta terpilih mampu menjadi motor penggerak perubahan, bukan hanya simbol.

Peran aktif mereka dalam mengedukasi sesama remaja diyakini akan mempercepat terciptanya generasi Sulawesi Utara yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Dengan langkah yang terarah dan pendekatan yang inklusif, Anik Yulius Selvanus optimistis Sulawesi Utara dapat menjadi contoh keberhasilan dalam menekan angka stunting melalui pemberdayaan generasi muda.

(***/Finda Muhtar)