Bahlil Lahadalia Tegas di Musda XI Golkar Sulut, Minta Stop Kubu-Kubuan, Target Tambah Kursi

Berita Utama, Manado81 Dilihat

Manado, VivaSulut — Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menegaskan pentingnya soliditas dan kerja kolektif dalam tubuh partai saat membuka Musyawarah Daerah, Musda XI Golkar Sulawesi Utara, Sabtu (11/4/2026) di Manado.

Dalam arahannya, Bahlil mengingatkan seluruh pimpinan DPD II agar memastikan proses Musda berjalan lancar tanpa konflik yang berlarut-larut.

Ia meminta setiap persoalan yang belum selesai segera diselesaikan demi menjaga suasana persidangan tetap kondusif.

“Kalau belum clear, segera di-clear-kan. Ini penting untuk memperlancar suasana kebatinan persidangan,” ujar Bahlil.

Ia juga menyinggung budaya komunikasi internal Partai Golkar yang menurutnya sering kali cukup dengan isyarat sudah bisa dipahami antar kader.

Namun, ia mengingatkan agar tidak terjadi perbedaan antara apa yang ditulis, dibaca, dan dilakukan, karena hal itu bisa memicu konflik dan memperlambat jalannya Musda.

Lebih jauh, Bahlil menekankan target utama Golkar ke depan, yakni meningkatkan jumlah kursi legislatif di semua tingkatan.

Ia menyebut, saat ini Golkar Sulawesi Utara sudah memiliki 11 pimpinan DPRD dari total 15 kabupaten/kota, dan menargetkan sisanya dapat segera terpenuhi.

Dalam kesempatan itu, Bahlil juga mengapresiasi kinerja Christiany Eugenia Paruntu (Tetty Paruntu) yang dinilai berhasil meningkatkan posisi Golkar di daerah.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa pencapaian tersebut harus dilanjutkan dengan kerja kolektif seluruh kader.

Salah satu syarat utama untuk menambah kursi, kata dia, adalah kekompakan.

“Tidak ada kekuatan politik yang bisa menjalankan misi tanpa persatuan. Itu absolut,” tegasnya.

Bahlil secara khusus meminta agar tidak ada lagi praktik kubu-kubuan di internal partai.

Ia menginstruksikan siapapun yang terpilih dalam Musda harus mampu merangkul semua pihak.

“Ini perintah Ketum, siapapun yang terpilih harus menggandeng yang lain. Stop kubu-kubuan! Rangkul yang tercerai-berai,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar Musda tidak menjadi ajang perpecahan, melainkan kompetisi sehat untuk memperkuat kebersamaan.

“Jadikan Musda ini sebagai forum bertanding untuk bersanding. Bukan bertanding lalu saling menjatuhkan di belakang,” katanya.

Dalam penutup arahannya, Bahlil menyinggung pentingnya persatuan kawasan timur Indonesia yang menurutnya memiliki jumlah penduduk lebih kecil dibandingkan wilayah Jawa.

Karena itu, ia meminta kader Golkar untuk tidak saling melemahkan.

“Kalau kita sudah tahu kita tidak terlalu banyak, jangan berkelahi. Kompak, saling mendukung,” pungkasnya.

(Finda)