
Bitung, VivaSulut.com – Jaringan pasokan barang di Sulawesi Utara (Sulut) dipastikan terganggu pasca insiden kandasnya kapal bermuatan ratusan konainer, KM Oriental Silver di Perairan Kota Bitung, Jumat (27/05/2026).
KM Oriental Silver bertolak dari Pelabuhan Makassar membawa 884 teus atau kontainer ini, kandas di titik koordinat 1°23.7907 N 125°09.5453 E saat akan masuk ke Selat Lembeh.
“Iya, tentunya akan ada dampak dengan peristiwa ini. Jaringan pasokan terganggu,” kata Ketua DPW ALFI – ILFA Sulut, Ramlan Ifran.
Keterlambatan barang, kata Ramlan adalah dampak yang tidak terelakkan akibat musibah KM Oriental Silver.
“Apalagi Pelabuhan Kota Bitung merupakan simpul perdagangan di Sulut,” katanya.
Anggota DPRD Kota Bitung ini juga mengatakan, Pelabuhan Kota bukan sekadar pintu masuk barang, tetapi simpul yang menghubungkan produsen, distributor, dan konsumen
Pun demikian, ia berharap otoritas pelayaran dapat mengambil langkah strategis dalam melakukan evakuasi KM Oriental Silver.
“Kejadian atau insiden macam ini butuh keputusan yang cepat dan tepat,” katanya.
KM Oriental Silver dinaungi perusahaan pelayaran Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) ini bakal menurunkan 626 box kontainer di Kota Bitung.
Berdasarkan data pelayaran per akhir Februari 2026, KM Oriental Silver adalah kapal kontainer/feeder berbendera Indonesia melayani rute kargo domestik, termasuk Surabaya, Balikpapan, Bitung, dan Jakarta.
(redaksi)










