Sangihe, VivaSulut – Komitmen Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari dalam membangun masyarakat yang maju, sejahtera, dan berdaya saing terus diwujudkan melalui berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
Di bawah kepemimpinannya, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Sangihe terus menghadirkan program nyata yang memperkuat kualitas sumber daya manusia, kehidupan sosial, dan kerukunan antarumat beragama.

Sejalan dengan visi pembangunan daerah melalui program Sapta Membara, berbagai bantuan pendidikan dan keagamaan telah direalisasikan sepanjang tahun 2026 sebagai bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
Salah satu program prioritas yang menjadi perhatian Bupati Michael Thungari adalah peningkatan kualitas pendidikan generasi muda Sangihe.
Melalui Bagian Kesra, pemerintah daerah menyalurkan bantuan dana pendidikan kepada delapan mahasiswa semester akhir yang berasal dari keluarga kurang mampu namun memiliki prestasi akademik yang baik.
Bantuan tersebut diberikan untuk membantu mahasiswa menyelesaikan studi pada jenjang Diploma III (D3) dan Strata I (S1).
Sebanyak tujuh mahasiswa S1 menerima bantuan masing-masing sebesar Rp2,5 juta, sementara satu mahasiswa D3 memperoleh bantuan Rp2 juta.
Seluruh bantuan disalurkan langsung ke rekening penerima setelah melalui proses verifikasi administrasi oleh Bagian Kesra.

Langkah ini menjadi bukti nyata kepedulian Bupati Michael Thungari terhadap masa depan generasi muda Sangihe. Pemerintah daerah ingin memastikan keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak daerah dalam meraih pendidikan yang lebih tinggi.
Tak hanya sektor pendidikan, perhatian pemerintah daerah juga terlihat dalam penguatan kehidupan keagamaan. Melalui koordinasi Bagian Kesra yang dipimpin Kepala Bagian Kesra Ronny Pasiale, berbagai lembaga keagamaan mendapat dukungan guna menunjang pelayanan dan kegiatan kemasyarakatan.
Pada pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tahun 2026, Pemkab Sangihe mengalokasikan bantuan sebesar Rp50 juta kepada Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ). Bantuan tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap pembinaan generasi Qurani sekaligus mempererat persaudaraan antarumat beragama di daerah perbatasan ini.
Dukungan yang sama juga diberikan kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui bantuan sebesar Rp50 juta untuk menunjang operasional lembaga dan berbagai program sosial yang menyentuh masyarakat kurang mampu.

Komitmen tersebut akan kembali diwujudkan pada September 2026 mendatang melalui penyaluran bantuan sebesar Rp100 juta kepada Sinode GMIST guna mendukung pelaksanaan Sidang Sinode Lengkap (SSL). Bantuan ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah memberikan perhatian yang setara kepada seluruh umat beragama sebagai bagian dari upaya menjaga harmoni dan kerukunan di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah juga tidak luput dari perhatian pemerintah daerah. Melalui Bagian Kesra, Pemkab Sangihe menyerahkan bantuan hewan kurban berupa dua ekor sapi kepada Masjid Al-Fajar Daripa Marange Timbelang di Kecamatan Tabukan Tengah dan Masjid Al-Iman Gihang Bahu.
Kepala Bagian Kesra Setda Sangihe, Ronny Pasiale, menegaskan bahwa seluruh bantuan yang disalurkan merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk terus hadir menjawab kebutuhan masyarakat.
“Bagian Kesra menjalankan amanah pemerintah daerah untuk memastikan bantuan yang diberikan benar-benar menyentuh masyarakat dan lembaga keagamaan yang membutuhkan. Ini merupakan bentuk pelayanan dan perhatian pemerintah kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Michael Thungari menegaskan bahwa pembangunan daerah harus berjalan secara seimbang antara pembangunan fisik dan pembangunan manusia.

Menurutnya, filosofi Sapta Membara yang menjadi arah pembangunan Kabupaten Kepulauan Sangihe tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai kemanusiaan, pendidikan, spiritualitas, dan solidaritas sosial.
“Pembangunan tidak hanya diukur dari jalan, jembatan, dan bangunan yang berdiri. Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat merasakan kehadiran pemerintah, memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, hidup rukun, dan saling peduli. Inilah semangat Sapta Membara yang terus kami perjuangkan untuk Sangihe,” tegas Thungari.
Berbagai program yang telah dijalankan sepanjang tahun 2026 menjadi bukti nyata bahwa di bawah kepemimpinan Michael Thungari, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe terus bergerak menghadirkan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Melalui peran aktif Bagian Kesra, pemerintah tidak hanya membangun daerah secara fisik, tetapi juga memperkuat kualitas sumber daya manusia, kehidupan keagamaan, serta semangat kebersamaan yang menjadi fondasi kemajuan Kabupaten Kepulauan Sangihe.
(ADV/Nie)







