Pulihkan Keceriaan Anak Korban Gempa, Bupati Michael Thungari Gelar Trauma Healing di Kawio

Sangihe327 Dilihat

 

Sangihe, VivaSulut — Di tengah situasi yang masih dibayangi gempa susulan pascagempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Kabupaten Kepulauan Sangihe, tawa dan keceriaan kembali terdengar dari Kampung Kawio, Kecamatan Marore, Kamis (11/6/2026).

Puluhan anak-anak yang terdampak bencana mengikuti kegiatan trauma healing yang digelar Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kunjungan Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari bersama Wakil Bupati Tendris Bulahari dan jajaran Forkopimda ke wilayah terdampak gempa.

Selain menyalurkan bantuan dan meninjau kondisi warga, pemerintah daerah juga memberikan perhatian khusus terhadap pemulihan psikologis anak-anak.

Melalui Tim Kreatif Pemkab Sangihe yang dipimpin Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim), Veronika Maya Budiman, berbagai permainan interaktif dan ice breaking digelar untuk menghibur anak-anak yang beberapa hari terakhir hidup dalam suasana penuh kecemasan akibat gempa dan gempa susulan.

Antusiasme peserta terlihat sejak kegiatan dimulai. Anak-anak yang berasal dari Kampung Kawio tampak bersemangat mengikuti setiap permainan yang disiapkan. Salah satu yang paling meriah adalah permainan goyang viral “Kicau Mania” yang mengundang gelak tawa dan sorak sorai peserta.

Tidak hanya anak-anak, sejumlah warga dewasa juga ikut bergabung dalam kegiatan tersebut. Kehadiran langsung para pimpinan daerah membuat suasana semakin hangat dan akrab.

“Kami datang bukan hanya membawa bantuan logistik dan kebutuhan pokok, tetapi juga ingin memberikan dukungan psikologis kepada masyarakat, khususnya anak-anak yang terdampak gempa,” ujar Kabag Prokopim, Veronika Maya Budiman.

Menurut Maya, keterlibatan Bupati Michael Thungari, Wakil Bupati Tendris Bulahari, Kapolres Sangihe, hingga Danlanal Tahuna dalam berbagai permainan menjadi momen yang memberikan semangat baru bagi masyarakat.

“Tidak hanya anak-anak, orang dewasa juga ikut terhibur. Bahkan para pimpinan daerah turut bergabung dalam permainan sehingga suasananya menjadi lebih cair dan menyenangkan,” katanya.

Sebagai bentuk apresiasi, Bupati Michael Thungari membagikan hadiah kepada peserta yang mengikuti permainan. Anak-anak menerima cokelat, sementara sejumlah ibu-ibu yang turut berpartisipasi mendapatkan hadiah uang tunai.

Maya berharap kegiatan trauma healing tersebut dapat membantu mengurangi rasa takut dan trauma yang masih dirasakan warga, khususnya anak-anak, akibat gempa bumi yang melanda wilayah perbatasan Indonesia-Filipina itu.

“Dengan kegiatan seperti ini, kami berharap anak-anak bisa kembali ceria dan perlahan melupakan ketakutan yang mereka alami setelah bencana,” pungkasnya.

Kegiatan trauma healing menjadi salah satu upaya Pemkab Sangihe dalam mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana, tidak hanya dari sisi kebutuhan fisik, tetapi juga kesehatan mental dan psikologis warga.

(Nie)