Masyarakat Sangihe Diimbau Tidak Panic Buying, Fuel Terminal Manager Pertamina Tahuna Pastikan Stok BBM Aman

Sangihe155 Dilihat

Sangihe, VivaSulut – Masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe diimbau tetap tenang dan tidak melakukan pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan di tengah antrean yang terjadi di sejumlah SPBU. Warga diminta membeli BBM sesuai kebutuhan karena Pertamina memastikan ketersediaan stok di PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Tahuna dalam kondisi aman.

Imbauan tersebut disampaikan Fuel Terminal Manager Pertamina Tahuna Arie Hernawan, menyusul antrean BBM dalam beberapa hari terakhir yang turut dipengaruhi kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan pasokan.

Arie menjelaskan, Pertamina terus melakukan penyaluran BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Kepulauan Sangihe. Bahkan, penyaluran Pertalite pada Senin (19/10/2026) mencapai 50.000 liter atau sekitar 114 persen dari kebutuhan normal harian Tahuna yang diperkirakan sebesar 43.800 liter.

“Kami dari PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Tahuna memohon maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan dan antrean yang terjadi dalam beberapa hari terakhir,” ujar Arie saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (19/10/2026).

Untuk menjamin ketersediaan pasokan, kapal tanker MT Transco Aries yang membawa 650.000 liter BBM dilaporkan tiba di perairan sekitar Bebalang pada pukul 12.00 WITA dan bersandar di Tahuna pada pukul 16.00 WITA.

Dengan tambahan pasokan tersebut, total stok BBM di Fuel Terminal Tahuna tercatat mencapai 1.281.000 liter. Berdasarkan keterangan Pertamina, jumlah tersebut diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 14 hari ke depan.

Kondisi ini diharapkan dapat memberikan kepastian kepada masyarakat agar tidak merasa khawatir maupun melakukan pembelian secara berlebihan karena takut kehabisan BBM.

Pertamina juga melakukan penyaluran BBM ke tiga SPBU reguler di Tahuna, yakni SPBU di depan Kantor Bupati, SPBU Pasar Towo’e, dan SPBU Santiago.

Realisasi penyaluran yang disampaikan Pertamina meliputi 15.000 liter untuk SPBU Santiago, 15.000 liter untuk SPBU Pasar Towo’e, serta 5.000 liter untuk SPBU di depan Kantor Bupati.

Selain itu, penyaluran masing-masing 5.000 liter juga dilakukan ke tiga Agen Penyalur Minyak Solar (APMS) yang berada di Petta, Manganitu, dan Tamako.

Dengan demikian, total penyaluran BBM yang dilaporkan Pertamina ke SPBU dan APMS tersebut mencapai 50.000 liter.

Arie menjelaskan, antrean panjang tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan BBM, tetapi juga dipengaruhi kekhawatiran masyarakat setelah beredarnya informasi di media sosial.

Situasi tersebut berpotensi mendorong warga membeli BBM melebihi kebutuhan sehari-hari. Padahal, pembelian secara berlebihan justru dapat memperpanjang antrean dan mengurangi kesempatan masyarakat lainnya untuk memperoleh BBM.

Karena itu, Pertamina mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta mengutamakan informasi resmi mengenai kondisi pasokan.

Masyarakat juga diminta menyesuaikan pembelian dengan kebutuhan kendaraan masing-masing agar penyaluran BBM dapat berlangsung lebih tertib dan merata.

Pertamina berharap, dengan stok yang dipastikan tersedia serta pasokan yang terus disalurkan, pelayanan BBM di Kabupaten Kepulauan Sangihe dapat berjalan lancar dan antrean di SPBU berangsur normal.

Kerja sama masyarakat dengan membeli BBM secara bijak dinilai penting untuk menjaga kelancaran distribusi sekaligus memastikan kebutuhan seluruh pengguna kendaraan dapat terpenuhi. (Nie)