PLN dan Kementerian ESDM Bidik 287 Lokasi untuk Perluasan Listrik Desa di Sulteng

Ekonomi Bisnis1025 Dilihat

Palu, VivaSulut – PT PLN (Persero) bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) memperkuat koordinasi untuk memperluas akses listrik hingga wilayah perdesaan dan pelosok.

Upaya tersebut dilakukan melalui rapat sinkronisasi usulan lokasi Program Listrik Desa (Lisdes) yang digelar di Ruang Rapat Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Kamis (24/9/2026).

Rapat tersebut dipimpin Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Ahmad Amiruddin dan dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng Novalina, perwakilan PLN Kantor Pusat, jajaran manajemen PLN UID Suluttenggo, serta pimpinan dan perwakilan pemerintah dari 13 kabupaten/kota di Sulawesi Tengah.

Sinkronisasi melibatkan pemerintah daerah untuk memastikan usulan lokasi program Lisdes sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan dan dapat dilaksanakan secara tepat sasaran.

Hingga Juni 2026, rasio elektrifikasi di Sulawesi Tengah tercatat mencapai 99,27 persen, sementara rasio desa berlistrik mencapai 96,58 persen.

Setelah merealisasikan program Lisdes di 94 lokasi sepanjang 2025, PLN bersama pemerintah menargetkan perluasan jaringan listrik ke 287 lokasi di berbagai wilayah Sulawesi Tengah pada 2026.

Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Ahmad Amiruddin mengatakan, sinkronisasi data dan usulan lokasi menjadi bagian penting dalam memastikan perencanaan program listrik desa berdasarkan kebutuhan dan kondisi masing-masing wilayah.

“Sinkronisasi ini menjadi bagian penting dalam memastikan perencanaan listrik desa dapat dilakukan secara terpadu berdasarkan kebutuhan dan kondisi masing-masing wilayah. Kolaborasi antara Kementerian ESDM, pemerintah daerah, dan PLN menjadi kunci agar target elektrifikasi dapat terus didorong secara optimal dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” kata Ahmad.

General Manager PLN UID Suluttenggo Usman Bangun mengatakan, PLN berkomitmen mendukung pemerataan akses listrik hingga wilayah perdesaan dan daerah terluar.

Menurutnya, ketersediaan listrik tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan penerangan, tetapi juga menjadi salah satu faktor pendukung aktivitas ekonomi, pendidikan dan pelayanan masyarakat.

“Listrik bukan hanya soal penerangan, melainkan fondasi utama untuk menggerakkan ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat perdesaan,” ujar Usman.

Ia mengatakan, sinergi PLN bersama Kementerian ESDM dan Pemprov Sulteng diarahkan agar perluasan jaringan Lisdes dapat dilakukan secara tepat sasaran dan berkelanjutan.

Sementara itu, Sekdaprov Sulteng Novalina menilai sinkronisasi data lintas sektor diperlukan agar pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dapat terintegrasi dengan prioritas pembangunan daerah.

Perluasan akses listrik ke wilayah perdesaan juga diharapkan dapat mendukung berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari kegiatan belajar, pelayanan fasilitas kesehatan hingga pengembangan usaha masyarakat.

Dengan target 287 lokasi pada 2026, PLN bersama Kementerian ESDM dan pemerintah daerah terus melakukan pemetaan dan penyelarasan usulan untuk memperluas akses listrik di Sulawesi Tengah.

(***/Finda Muhtar)