PLN dan APINDO Bahas Investasi Energi dan Ketahanan Listrik di Sulawesi Tengah

Ekonomi Bisnis929 Dilihat

Palu, VivaSulut – PT PLN (Persero) UID Suluttenggo bersama Dewan Pimpinan Provinsi Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPP APINDO) Sulawesi Tengah membahas peluang investasi sektor energi listrik sekaligus penguatan ketahanan kelistrikan untuk mendukung pertumbuhan dunia usaha di daerah tersebut.

Pertemuan yang berlangsung di Palu, Rabu (30/9/2026), menjadi ruang dialog antara PLN dan pelaku usaha untuk membahas kebutuhan energi listrik, kondisi sistem kelistrikan, serta proses dan prosedur investasi di sektor ketenagalistrikan.

Pertemuan tersebut dipimpin Ketua DPP APINDO Sulawesi Tengah Wijaya Chandra. Dari PLN UID Suluttenggo hadir Manager Komunikasi dan TJSL Noven N. Koropit yang mewakili manajemen, bersama jajaran PLN UP3 Palu.

Salah satu pembahasan utama adalah kebutuhan energi listrik yang terus berkembang seiring dengan aktivitas industri dan investasi di Sulawesi Tengah.

APINDO juga menggali informasi mengenai mekanisme dan prosedur investasi di sektor ketenagalistrikan agar kebutuhan energi dunia usaha dapat dipetakan dan diselaraskan dengan pengembangan sistem kelistrikan.

Pembahasan tersebut berlangsung di tengah tantangan pasokan listrik di Sulawesi Tengah yang dipengaruhi kondisi cuaca dan penurunan debit air pada sejumlah sumber pembangkit tenaga air dan mikrohidro.

Danau Poso menjadi salah satu sumber pembangkit hidro yang turut terdampak kondisi tersebut. Keterbatasan sumber energi primer pembangkit menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan dalam menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik.

Ketua DPP APINDO Sulawesi Tengah Wijaya Chandra mengatakan, dunia usaha membutuhkan kepastian energi untuk menjaga keberlangsungan aktivitas investasi dan operasional perusahaan.

“Pertemuan ini sangat penting karena dunia usaha membutuhkan kepastian energi. Kami ingin mengetahui secara langsung kondisi kelistrikan Sulawesi Tengah, sekaligus menggali peluang dan prosedur investasi di sektor energi listrik,” kata Wijaya.

Menurutnya, komunikasi antara dunia usaha dan PLN perlu terus diperkuat agar kebutuhan energi untuk kegiatan industri dapat diproyeksikan sejak dini.

Sementara itu, Manager PLN UP3 Palu Ansar mengatakan, kolaborasi dengan dunia usaha menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ketenagalistrikan yang mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan.

PLN, kata dia, tidak hanya berfokus pada penyediaan listrik, tetapi juga membuka ruang komunikasi dengan para pemangku kepentingan untuk membahas kebutuhan dan keberlanjutan pasokan energi.

General Manager PLN UID Suluttenggo Usman Bangun mengatakan, ketahanan sistem kelistrikan membutuhkan sinergi lintas sektor, terutama di tengah dinamika kondisi sumber energi primer.

“Ketahanan energi hari ini bukan sekadar berbicara tentang kapasitas pembangkit semata, melainkan tentang kesiapan kita bersama dalam menghadapi dinamika perubahan alam, melakukan diversifikasi sumber energi, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor,” ujar Usman.

Ia mengatakan, kerja sama PLN dan APINDO diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara sektor ketenagalistrikan dan dunia usaha, termasuk dalam memetakan kebutuhan energi serta peluang investasi di Sulawesi Tengah.

Bagi dunia usaha, kepastian pasokan listrik menjadi salah satu faktor penting dalam menjalankan dan mengembangkan investasi. Sementara bagi PLN, informasi mengenai proyeksi kebutuhan listrik dari sektor industri dapat menjadi bagian dari pertimbangan dalam penguatan sistem kelistrikan.

Melalui dialog tersebut, PLN dan APINDO mendorong komunikasi yang lebih terbuka mengenai kebutuhan energi, peluang investasi, serta pengembangan sistem kelistrikan di Sulawesi Tengah.

Kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung penguatan ketahanan listrik sekaligus menciptakan ekosistem energi yang mampu menopang aktivitas investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.

(***/Finda Muhtar)