Palu, VivaSulut – PT PLN (Persero) terus memperkuat sistem kelistrikan di Kota Palu dan sekitarnya menyusul masih terbatasnya pasokan listrik pada sistem interkoneksi Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel).
Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi menurunnya kapasitas pembangkit hidro akibat keterbatasan ketersediaan air sebagai sumber energi primer. Situasi ini turut memengaruhi keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik di sejumlah wilayah, termasuk Kota Palu dan sekitarnya.
Kondisi kelistrikan tersebut disampaikan PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palu saat menerima kunjungan dan berdialog dengan Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (AMPERA) di Kantor PLN UP3 Palu, Selasa (29/9/2026).
Pertemuan tersebut diterima Pelaksana Harian (PLH) Manager PLN UP3 Palu I Made Agus Adi Mertha bersama jajaran Asisten Manager.
Dalam dialog tersebut, PLN menjelaskan kondisi sistem kelistrikan terkini, faktor yang memengaruhi pasokan, serta sejumlah langkah yang dilakukan untuk menjaga dan meningkatkan keandalan listrik bagi masyarakat.
“Dalam beberapa waktu terakhir, sistem kelistrikan Sulbagsel mengalami penurunan kapasitas pembangkit hidro yang turut berdampak pada ketersediaan pasokan listrik di sejumlah wilayah, termasuk Kota Palu dan sekitarnya,” kata I Made Agus Adi Mertha.
Ia menjelaskan, salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah fenomena El Nino yang berdampak pada berkurangnya ketersediaan air sebagai sumber energi primer pembangkit hidro.
Saat ini, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso hanya dapat dioperasikan secara terbatas pada kisaran 90–100 megawatt (MW), dari total kapasitas terpasang mencapai 515 MW.
Keterbatasan kapasitas tersebut menjadi salah satu tantangan dalam menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik pada sistem interkoneksi Sulbagsel.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, PLN melakukan sejumlah langkah penguatan sistem, mulai dari optimalisasi pembangkit yang tersedia hingga penambahan pasokan listrik.
Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UID Suluttenggo Noven Koropit mengatakan, penambahan kapasitas pembangkit, optimalisasi pembangkit yang tersedia, serta penguatan energi primer menjadi bagian dari upaya PLN memperbaiki kondisi sistem secara bertahap.
“Penambahan kapasitas pembangkit, optimalisasi pembangkit yang tersedia, serta penguatan energi primer menjadi bagian dari upaya kami untuk memperbaiki kondisi sistem secara bertahap,” ujarnya.
Salah satu langkah yang telah dilakukan PLN adalah mengoperasikan PLTD baru di Ladumpi yang memberikan tambahan daya sekitar 6 MW.
Selain itu, PLN memperkuat ketersediaan energi primer untuk pembangkit PLTD agar dapat beroperasi lebih optimal hingga 24 jam.
Langkah tersebut turut membantu mengurangi durasi pengaturan beban yang dirasakan pelanggan dibandingkan kondisi sebelumnya.
PLN juga terus meningkatkan pasokan melalui peningkatan daya pada PLTU Jeneponto sebagai bagian dari strategi penguatan pasokan pada sistem interkoneksi Sulbagsel.
Di sisi lain, PLN membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak dalam pengembangan energi baru terbarukan, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Namun, pengembangan dan pemanfaatan PLTS tetap harus memperhatikan ketentuan teknis, standar keselamatan, serta peraturan dan regulasi yang berlaku agar dapat mendukung keandalan sistem kelistrikan secara keseluruhan.
“PLN terbuka terhadap kolaborasi dan partisipasi berbagai pihak dalam pengembangan energi baru terbarukan, termasuk PLTS. Tentunya seluruh proses harus mengikuti ketentuan dan regulasi yang berlaku agar dapat memberikan manfaat secara optimal bagi masyarakat dan sistem kelistrikan,” kata Noven.
PLN menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, pelanggan, dan seluruh pemangku kepentingan atas pengertian serta dukungan yang diberikan selama proses penguatan sistem kelistrikan berlangsung.
PLN memastikan upaya penguatan keandalan sistem terus dilakukan melalui optimalisasi pembangkit, penambahan pasokan, penguatan energi primer, serta pengembangan sumber energi baru terbarukan.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem kelistrikan Sulbagsel sekaligus mendukung pelayanan listrik yang lebih andal bagi masyarakat di Kota Palu dan wilayah sekitarnya.
(***/Finda Muhtar)










