Joune Ganda Terpilih Aklamasi, PIKI Minut Bidik Peran Lebih Nyata di Masyarakat

Minut, VivaSulut – Bupati Minahasa Utara Joune Ganda terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) Kabupaten Minahasa Utara untuk periode kepengurusan mendatang.

Joune dipercaya memimpin PIKI Minut melalui musyawarah organisasi yang turut dihadiri Calon Ketua PIKI Provinsi Sulawesi Utara Maurits Mantiri, Senin (14/9/2026).

Maurits mengatakan, PIKI memiliki peran strategis untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui gagasan, intelektualitas dan nilai-nilai kekristenan.

Menurutnya, kepengurusan PIKI telah terbentuk di 10 dari 15 kabupaten/kota di Sulawesi Utara. Ia berharap kepemimpinan Joune Ganda dapat memperkuat peran PIKI di Minahasa Utara.

“Dengan pengalaman yang beliau miliki, pasti mampu menampung gagasan-gagasan besar demi kesejahteraan masyarakat Sulut,” kata Maurits.

Ia menegaskan, keberadaan PIKI tidak hanya diarahkan pada kegiatan organisasi yang bersifat seremonial, tetapi harus mampu menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Selama masa transisi, Pelaksana Tugas (Plt) PIKI Minut sebelumnya telah menjalankan sejumlah kegiatan sosial, di antaranya penyerahan bantuan bibit kelapa kepada masyarakat dan donor darah.

“Tujuan kami sederhana, ikut membangun Minahasa Utara, khususnya teman-teman Kristen, agar memberikan dampak positif. Minut ini mayoritas Kristen, harus jadi berkat,” ujar Maurits.

Di tingkat nasional, PIKI juga telah memiliki kepengurusan baru dengan Maruarar Sirait sebagai Ketua Umum. Sementara Joune Ganda disebut dipercaya sebagai salah satu penasihat di Dewan Pengurus Pusat (DPP) PIKI.

Kepengurusan DPC PIKI Minut yang baru selanjutnya akan dilaporkan kepada DPP untuk mendapatkan legitimasi organisasi.

Maurits berharap kepemimpinan baru PIKI Minut dapat mendorong organisasi lebih aktif mengambil bagian dalam berbagai persoalan masyarakat.

“Kita berharap ke depan PIKI Minut memberikan peran aktif. Bukan hanya kegiatan seremonial, tapi nyata menyentuh masyarakat. Membangun dengan kasih dan menegakkan kebenaran,” katanya.

(***/Finda Muhtar)