Tempuh 8 Jam ke Ketinggian 1.000 Meter, Bupati Michael Thungari Pantau Langsung Kebakaran Gunung Awu

Sangihe64 Dilihat

Sangihe,VivaSulut Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe terus memperkuat upaya penanganan kebakaran yang terjadi di kawasan Gunung Awu. Bupati Sangihe Michael Thungari bersama jajaran Forkopimda dan tim terkait bahkan turun langsung untuk melihat kondisi kebakaran dari lokasi yang dapat dijangkau.

Untuk mencapai titik pantauan, rombongan harus menempuh perjalanan sekitar delapan jam pulang-pergi hingga ketinggian kurang lebih 1.000 meter di atas permukaan laut.

Dari hasil pantauan langsung tersebut, sedikitnya lima titik api terlihat di kawasan Gunung Awu. Namun, kondisi medan yang sulit membuat titik-titik tersebut belum dapat dijangkau secara langsung oleh tim.

Bupati Michael Thungari mengatakan, berdasarkan pengamatan di lapangan, api masih berada di sekitar lereng hingga kawasan puncak Gunung Awu.

“Kurang lebih delapan jam kami menempuh perjalanan pulang-pergi untuk bisa mencapai ketinggian sekitar 1.000 meter dan mendekati lokasi kebakaran. Dari pantauan kami, ada sekitar lima titik api yang masih terlihat, namun lokasinya sangat sulit untuk diakses,” ujar Thungari.

Menurutnya, kondisi kawasan Gunung Awu yang banyak ditumbuhi ilalang menjadi salah satu faktor yang membuat api masih berpotensi menyebar.

Untuk memastikan perkembangan kebakaran dapat dipantau secara berkala, Pemkab Sangihe mulai besok akan melakukan pemantauan menggunakan drone yang dikendalikan pilot drone Christian Natanael Tambunan.

Pemantauan tersebut direncanakan dilakukan setiap sore sekitar pukul 16.00 WITA. Hasil pemantauan akan menjadi bahan evaluasi pemerintah sekaligus disampaikan kepada masyarakat.

“Setiap sore hasil pemantauan akan kami informasikan kepada masyarakat, termasuk jangkauan titik api dan pergerakannya. Dengan demikian, masyarakat bisa mendapatkan informasi yang jelas dan terukur dari Pemerintah Daerah,” katanya.

Thungari juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Ia meminta warga tetap menjalankan aktivitas seperti biasa, sembari memastikan informasi mengenai perkembangan kebakaran diperoleh dari sumber resmi Pemkab Sangihe.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap beraktivitas seperti biasa. Kami juga meminta masyarakat hanya mempercayai informasi dan gambar yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah,” tegasnya.

Pemkab Sangihe juga mulai memetakan wilayah yang berpotensi terdampak. Kecamatan, kampung maupun kelurahan yang masuk dalam hasil kalkulasi pemerintah akan segera dihubungi untuk mempersiapkan langkah antisipasi serta tim di titik-titik yang telah dipetakan.

Di sisi lain, pemerintah tetap membuka kesempatan bagi relawan untuk membantu upaya pemadaman. Namun, aktivitas pendakian Gunung Awu sementara ditutup demi keselamatan masyarakat dan relawan hingga kondisi musim kemarau berakhir.

“Untuk seluruh kecamatan, kampung dan kelurahan yang berdasarkan pemetaan kami berpotensi terdampak, sesegera mungkin akan kami hubungi dan kami persiapkan tim di titik-titik yang sudah dipetakan,” ungkapnya.

“Relawan dipersilakan tetap membantu pemadaman, tetapi untuk pendakian kami tutup sementara sampai musim kemarau selesai,” sambung Thungari.

Bupati berharap seluruh upaya penanganan kebakaran mendapat dukungan masyarakat. Ia juga mengajak seluruh elemen untuk tetap kompak menghadapi situasi tersebut.

“Semoga Tuhan memberkati setiap upaya dan doa kita bersama. Sangihe kuat kalau kita kompak,” pungkasnya. (Nie)