Pimpin Apel Bersama Bulan September, Thungari Tegaskan Karier ASN Harus Ditentukan Kompetensi, Potensi dan Kinerja

Sangihe1115 Dilihat

Sangihe,VivaSulut Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari menegaskan pengelolaan aparatur sipil negara (ASN) harus dilakukan secara objektif dengan mengedepankan kompetensi, potensi dan kinerja. Ia meminta tidak ada lagi ASN yang kehilangan kesempatan berkembang hanya karena persoalan kedekatan dengan pimpinan atau tidak pandai mencari perhatian.

Penegasan tersebut disampaikan Thungari saat memimpin Apel Kerja Bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe di Lapangan Gelora Santiago, Senin (1/9/2026).

Dalam arahannya, Thungari menekankan pentingnya penerapan manajemen talenta dalam penempatan maupun pengembangan ASN. Menurutnya, setiap aparatur harus mendapatkan ruang yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan organisasi.

Ia mengingatkan agar penilaian terhadap ASN tidak didasarkan pada faktor subjektif, termasuk apakah seorang pegawai dekat atau mampu mengambil hati pimpinan.

“Jangan ada lagi ASN yang tidak terlihat karena tidak disukai pimpinan, maupun tidak pintar mencari muka,” tegas Thungari.

Bupati mengatakan, manajemen talenta harus menjadi bagian dari upaya membangun birokrasi yang profesional. Kompetensi, potensi, kinerja dan kebutuhan organisasi perlu menjadi dasar dalam menentukan penempatan serta pengembangan karier ASN.

Menurutnya, pemerintah daerah membutuhkan aparatur yang bekerja berdasarkan tugas dan tanggung jawab, bukan sekadar mengejar pengakuan dari atasan.

Di sisi lain, Thungari mengingatkan seluruh jajaran bahwa ukuran keberhasilan pemerintahan bukan hanya dilihat dari banyaknya kegiatan yang terlaksana ataupun besarnya anggaran yang berhasil diserap.

Lebih dari itu, keberhasilan harus tercermin dari hasil kerja serta manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

“Keberhasilan pemerintahan tidak hanya diukur dari berapa banyaknya kegiatan yang dilaksanakan atau besarnya anggaran yang terserap, tetapi dari seberapa besar hasil dan manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan evaluasi terhadap kinerja masing-masing, sekaligus terus melakukan pembenahan dan menghadirkan inovasi dalam pelayanan pemerintahan.

Thungari juga menekankan pentingnya kolaborasi antar-OPD. Menurutnya, kompleksitas kebutuhan pemerintahan dan masyarakat tidak dapat diselesaikan oleh satu perangkat daerah secara sendiri-sendiri.

“Mari kita melakukan evaluasi, pembenahan, inovasi, dan kolaborasi karena pada prinsipnya tidak akan ada OPD yang mampu bekerja sendiri,” katanya.

Ia menegaskan, keberhasilan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran, sehingga setiap ASN memiliki peran dalam menentukan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Keberhasilan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe adalah keberhasilan kita semua. Selamat bekerja dan terus berikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tutup Thungari. (Nie)