Sangihe,VivaSulut — Pelabuhan Petta berpeluang menjadi lokasi tambat rutin KM Geovany setelah Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Tahuna menyelesaikan sejumlah tahapan administrasi, termasuk menunggu terbitnya Surat Keputusan (SK) tarif dari Gubernur Sulawesi Utara.
Plt Kepala KUPP Kelas II Tahuna Meifried Palenewen, mengatakan skema tambat kapal secara terjadwal di Pelabuhan Petta memungkinkan untuk diterapkan setelah seluruh ketentuan yang diperlukan terpenuhi.
Hal tersebut disampaikanPalenewen saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (1/9/2026).
Menurutnya, apabila SK tarif Gubernur telah diterbitkan, pelaksanaan skema tersebut dapat mulai dilakukan pada bulan berikutnya. Salah satu rencana yang disiapkan yakni KM Geovany akan secara rutin berada di Pelabuhan Petta setiap hari Kamis.
“Kami tinggal menunggu SK tarif Gubernur. Jika SK sudah keluar, bulan depan hal tersebut sudah bisa dilaksanakan. Karena nantinya KM Geovany secara terjadwal akan stay di Pelabuhan Petta setiap hari Kamis. Namun kami belum bisa mengatakan tanggal pastinya,” kata Palenewen.
Ia menjelaskan, rencana tersebut berbeda dengan pengalihan lokasi tambat yang sebelumnya dilakukan akibat pekerjaan rehabilitasi Pelabuhan Nusantara Tahuna.
Selama proses rehabilitasi berlangsung dan kapal beberapa kali dialihkan ke Pelabuhan Petta, KUPP Tahuna tidak melakukan perubahan tarif.
“Selama adanya pekerjaan rehabilitasi Pelabuhan Nusantara Tahuna dan adanya beberapa kali pengalihan lokasi tambat kapal ke Pelabuhan Petta, pihak KUPP tidak menaikan tarif,” jelasnya.
Namun, apabila tambat kapal di Petta nantinya diberlakukan secara tetap atau liner, maka diperlukan penyesuaian tarif sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kemarin sudah jadi konsekuensi kami dengan adanya pemindahan/pengalihan, jadi tidak boleh ada naik turun tarif. Tetapi karena hal ini akan dilakukan secara liner (tetap), maka kami harus menentukan tarif yang tentunya sedikit lebih tinggi dari Tahuna,” lanjut Palenewen.
Di sisi lain, ia memastikan pekerjaan rehabilitasi Pelabuhan Nusantara Tahuna tetap berjalan sesuai target.
KUPP Kelas II Tahuna menargetkan seluruh rangkaian pekerjaan rehabilitasi pelabuhan tersebut dapat diselesaikan pada Desember 2026.
“Target kami seluruh pekerjaan sudah harus selesai pada Desember 2026,” pungkasnya.
Dengan selesainya pekerjaan rehabilitasi tersebut, pengaturan pola operasional dan lokasi tambat kapal nantinya akan disesuaikan dengan kondisi pelabuhan serta kebutuhan pelayanan transportasi laut bagi masyarakat. (Nie)











