PLN Tuntas Terangi Pulau Dudepo, Rasio Desa Berlistrik Gorontalo Capai 100 Persen

Ekonomi Bisnis979 Dilihat

Gorontalo, VivaSulut – PT PLN (Persero) menuntaskan elektrifikasi di seluruh wilayah Provinsi Gorontalo. Capaian tersebut ditandai dengan penyalaan listrik perdana di Pulau Dudepo, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, Senin (3/8/2026).

Masuknya listrik ke pulau terluar tersebut sekaligus membuat Rasio Desa Berlistrik (RDB) Provinsi Gorontalo mencapai 100 persen.

Penyalaan listrik perdana di Pulau Dudepo dihadiri General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Suluttenggo Usman Bangun bersama jajaran manajemen PLN, Anggota DPR RI Komisi XII Rusli Habibie, Wakil Gubernur Gorontalo Dra. Hj. Idah Syahidah Rusli Habibie, M.H., unsur Forkopimda Provinsi Gorontalo, jajaran Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara, serta tokoh masyarakat dan warga Desa Dudepo.

General Manager PLN UID Suluttenggo Usman Bangun mengatakan, pencapaian RDB 100 persen menjadi bukti hadirnya negara dalam memastikan masyarakat di pelosok dan pulau-pulau terluar mendapatkan akses energi listrik yang andal dan merata.

“Hari ini menjadi tonggak sejarah penting bagi Provinsi Gorontalo. Dengan dinyalakannya listrik di Pulau Dudepo, kami bangga dapat mengumumkan bahwa Rasio Desa Berlistrik di Provinsi Gorontalo telah mencapai 100 persen. Ini bukan sekadar menghadirkan cahaya, melainkan komitmen PLN dalam menjamin keadilan sosial dan keadilan energi bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Usman.

Menurut Usman, penyalaan listrik di Pulau Dudepo didukung pembangunan Saluran Kabel Laut Tegangan Menengah (SKLTM) 20 kV sepanjang 1,95 kilometer sirkuit (kms). Kabel tersebut menghubungkan sistem kelistrikan dari daratan utama Desa Ilangata menuju Pulau Dudepo.

“SKLTM menuju Pulau Dudepo ini merupakan pembangunan kabel laut 20 kV pertama di Pulau Sulawesi. Proses eksekusinya memerlukan presisi tinggi, perencanaan matang, dan perjuangan ekstra melintasi arus serta gelombang laut,” katanya.

Ia menambahkan, tantangan geografis dan cuaca ekstrem tidak menyurutkan upaya PLN untuk menghadirkan layanan listrik selama 24 jam bagi masyarakat Dudepo.

Untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik, PLN juga membangun sejumlah infrastruktur pendukung. Infrastruktur tersebut meliputi Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 39,68 kms, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 9,958 kms, serta tujuh unit gardu distribusi dengan total kapasitas 400 kVA.

Infrastruktur tersebut akan melayani kebutuhan listrik 395 kepala keluarga atau sekitar 1.285 jiwa yang tersebar di enam dusun di Desa Dudepo. Keenam dusun tersebut yakni Dusun Makassar, Upo, Tapia, Baturata, Pasir Putih, dan Botongo.

Usman optimistis, tercapainya 100 persen desa berlistrik di Gorontalo akan memberikan dampak berganda terhadap kehidupan masyarakat.

“Listrik akan mendorong produktivitas ekonomi lokal, memperkuat sektor perikanan dan kelautan, menunjang mutu pendidikan dan layanan kesehatan, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menyampaikan apresiasi kepada PLN atas kerja keras dan kolaborasi dalam menuntaskan elektrifikasi desa di Provinsi Gorontalo.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Gorontalo dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PLN. Perjuangan mengangkut tiang-tiang listrik yang besar dan kabel laut melintasi lautan adalah kerja keras yang sangat luar biasa. Tercapainya 100 persen Rasio Desa Berlistrik ini adalah berkah besar bagi Gorontalo,” ungkap Idah.

Ia mengimbau masyarakat untuk merawat infrastruktur kelistrikan yang telah dibangun serta menggunakan listrik secara aman dan efisien.

“Marilah kita bersama-sama menjaga kelestarian alam dan infrastruktur listrik yang sudah dibangun ini. Gunakan listrik secara aman dan efisien untuk kemajuan desa kita bersama,” imbaunya.

Anggota DPR RI Komisi XII Rusli Habibie juga menyebut penyalaan listrik perdana di Pulau Dudepo sebagai momentum bersejarah bagi masyarakat Gorontalo.

“Penyalaan listrik di Pulau Dudepo yang melengkapi 100 persen RDB Gorontalo ini adalah hadiah istimewa dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia,” kata Rusli.

Menurutnya, 3 Agustus 2026 akan menjadi catatan sejarah bagi warga Dudepo dan masyarakat Gorontalo karena akses listrik kini dapat dinikmati secara lebih merata.

Melalui keberhasilan elektrifikasi tersebut, PLN UID Suluttenggo menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat keandalan pasokan listrik, mendukung kedaulatan energi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis energi yang berkeadilan.

(***)