PLN Pastikan Pelanggan Reguler Tetap Nikmati Layanan Berkualitas

Manado, VivaSulut – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo) memastikan peningkatan kualitas layanan tidak hanya dirasakan pelanggan premium, tetapi juga seluruh pelanggan reguler yang menjadi mayoritas pengguna listrik di wilayah kerjanya.

Hal itu disampaikan Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN UID Suluttenggo, Bonifatius I.G. Wardhana, saat memaparkan materi bertajuk “Dengan PLN Mobile, Semua Makin Mudah” dalam kegiatan Media Gathering PLN UID Suluttenggo di Manado, Selasa (30/6/2026).

Menurut Bonifatius, sejak 2024 PLN melakukan evaluasi terhadap skema layanan pelanggan premium.

Selama proses tersebut, pelanggan premium sementara mendapatkan layanan dengan standar yang sama seperti pelanggan reguler, seiring upaya PLN terus meningkatkan mutu pelayanan secara menyeluruh.

“Reguler bukan berarti layanannya asal-asalan. Kami juga dituntut agar layanan reguler dari tahun ke tahun semakin membaik,” ujar Bonifatius.

Ia menjelaskan, komitmen tersebut diwujudkan melalui percepatan standar waktu penyambungan listrik.

Saat ini PLN menetapkan target pelayanan tanpa perluasan jaringan maksimal 4 hari, penyambungan dengan perluasan jaringan tanpa penambahan trafo maksimal 14 hari, serta penyambungan yang memerlukan penambahan trafo maksimal 24 hari.

Standar tersebut merupakan penyempurnaan dari target pelayanan sebelumnya dan berlaku sebagai deklarasi pelayanan di seluruh unit PLN, sehingga pelanggan dapat memperoleh kepastian waktu dalam proses penyambungan maupun penambahan daya.

Untuk pelanggan tegangan menengah dengan kebutuhan daya yang lebih besar, waktu pelayanan dapat mencapai maksimal 100 hari karena memerlukan pembangunan infrastruktur kelistrikan yang lebih kompleks, seperti penarikan jaringan baru maupun pembangunan gardu.

Bonifatius menjelaskan, mayoritas pelanggan PLN UID Suluttenggo merupakan pelanggan rumah tangga. Dari sekitar 1,3 juta pelanggan berdasarkan klasifikasi tarif, sekitar 94 persen merupakan pelanggan rumah tangga. Sementara pelanggan bisnis sekitar 3 persen, sedangkan pelanggan industri hanya 534 pelanggan atau sekitar 0,04 persen.

Menurutnya, semakin besar kebutuhan daya listrik pelanggan, semakin besar pula investasi yang harus disiapkan PLN, mulai dari pembangunan jaringan hingga penambahan gardu induk dan pembangkit apabila diperlukan.

“Kami tentu ingin mendukung investasi dan pertumbuhan ekonomi di daerah. Namun kami juga harus memastikan investasi kelistrikan yang dibangun benar-benar dimanfaatkan dalam jangka panjang sehingga pelayanan dapat berjalan secara optimal,” jelasnya.

Meski demikian, Bonifatius menegaskan seluruh pelanggan, baik rumah tangga, bisnis maupun industri, tetap memperoleh pelayanan sesuai standar mutu yang telah ditetapkan pemerintah.

“Kami ingin masyarakat memahami bahwa pelayanan reguler pun terus kami tingkatkan. Target kami adalah menghadirkan layanan yang semakin cepat, semakin andal, dan semakin berkualitas bagi seluruh pelanggan,” tutup Bonifatius.

(Finda Muhtar)