PLN Imbau Masyarakat Waspada Penipu Berkedok Petugas, Seluruh Pembayaran Dilakukan Melalui Kanal Resmi

Ekonomi Bisnis273 Dilihat

Manado, VivaSulut – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo) mengimbau masyarakat agar semakin waspada terhadap oknum yang mengaku sebagai petugas PLN untuk melakukan penipuan dengan modus meminta pembayaran secara langsung.

Imbauan tersebut disampaikan Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN UID Suluttenggo, Bonifatius Wardhana, saat membawakan materi bertajuk “Dengan PLN Mobile, Semua Makin Mudah” dalam kegiatan Media Gathering PLN UID Suluttenggo di Manado, Selasa (30/6/2026).

Menurut Bonifatius, petugas PLN memang secara berkala turun ke lapangan, baik untuk pelayanan teknik, penyambungan baru, pencatatan meter, maupun kegiatan Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL).

Namun, masyarakat harus berhati-hati terhadap pihak yang memanfaatkan kondisi tersebut untuk melakukan penipuan.

“Sebetulnya membedakan petugas asli dan petugas gadungan itu gampang. Kalau ujung-ujungnya meminta uang secara langsung, jangan dipercayai,” tegas Bonifatius.

Ia menjelaskan, seluruh transaksi pembayaran di PLN dilakukan melalui sistem resmi.

Setiap layanan yang dikenakan biaya akan disertai nomor registrasi atau virtual account yang dapat dibayarkan melalui bank, mobile banking, minimarket, maupun kanal pembayaran resmi lainnya.

“PLN tidak menerima pembayaran langsung dari pelanggan. Setelah melakukan pembayaran, pelanggan juga akan memperoleh bukti pembayaran, baik secara digital maupun fisik,” ujarnya.

Bonifatius mengakui seragam kerja petugas PLN saat ini relatif mudah ditiru karena dapat dibeli secara umum.

Karena itu, masyarakat tidak cukup hanya melihat penampilan seseorang yang mengenakan atribut PLN, tetapi juga harus memastikan identitas petugas dan menghindari transaksi pembayaran secara tunai.

Ia menambahkan, seluruh petugas lapangan PLN dibekali identitas resmi serta menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai standar keselamatan kerja ketika menjalankan tugas.

PLN juga mengajak insan pers untuk turut mengedukasi masyarakat mengenai modus penipuan yang mengatasnamakan petugas PLN agar semakin banyak pelanggan yang memahami prosedur pelayanan resmi perusahaan.

“Kalau ada orang menawarkan kemudahan kemudian meminta transfer ke rekening pribadi atau meminta pembayaran langsung, sudah bisa dipastikan itu bukan petugas PLN. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dan selalu melakukan pembayaran melalui kanal resmi yang telah disediakan PLN,” kata Bonifatius.

(Finda Muhtar)