Bonifacius Dumanauw Nahkodai AMDATARA Sulut, Siap Satukan Pelaku Industri AMDK

Minahasa Utara87 Dilihat

Minut, VivaSulut – Perkumpulan Pengusaha Air Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) resmi membentuk Dewan Pengurus Daerah (DPD) Sulawesi Utara melalui Musyawarah Daerah (Musda) I yang digelar di The Sentra Hotel, Kamis (25/6/2026).

Dalam forum tersebut, Bonifacius A.A.J. Dumanauw SH dipercaya memimpin DPD AMDATARA Sulut periode 2026-2031. Pengukuhan pengurus dilakukan melalui penyerahan pataka organisasi oleh Ketua Umum AMDATARA, Karyanto Wibowo.

Kehadiran AMDATARA Sulut menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antar pelaku industri air minum dalam kemasan (AMDK) di daerah, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi di Sulawesi Utara.

Selain Bonifacius Dumanauw sebagai ketua, kepengurusan DPD AMDATARA Sulut juga diperkuat oleh Kathleen Dandel sebagai wakil ketua, Moh. Ch. Suratman sebagai sekretaris, Sarifudin Azis sebagai bendahara, serta Emmy M. Luntungan sebagai Ketua Bidang Kemitraan dan Hubungan Antar Lembaga dan Anggota. Sementara Dewan Pengawas dijabat Jimmy R. Kubertu MSc dan Frits Moningka.

Ketua Umum AMDATARA Karyanto Wibowo mengatakan organisasi yang berdiri pada tahun 2025 tersebut terus berkembang pesat dan kini telah memiliki lebih dari 100 anggota dengan lebih dari 200 merek AMDK yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Menurut Karyanto, AMDATARA hadir sebagai mitra strategis pemerintah untuk mendorong industri AMDK yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan.

“Pembentukan DPD Sulawesi Utara merupakan langkah penting untuk memperkuat organisasi di daerah sekaligus membangun kolaborasi yang lebih erat dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, industri AMDK merupakan salah satu sektor yang terus tumbuh positif dan memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian nasional. Dengan dukungan sumber daya air yang melimpah, pasar yang besar, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat, industri ini dinilai memiliki prospek yang sangat baik.

Meski demikian, Karyanto mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi, pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab, serta pelaksanaan program konservasi sumber daya air.

“Kita ingin industri ini tumbuh bersama masyarakat. Karena itu konservasi sumber daya air, pemanfaatan energi terbarukan, penggunaan kemasan daur ulang, dan penguatan ekonomi sirkular harus menjadi perhatian bersama,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPD AMDATARA Sulut, Bonifacius Dumanauw, menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya akan menjadi wadah kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, dan berbagai stakeholder untuk mendorong perkembangan industri AMDK yang sehat, tertib, dan berkelanjutan di Sulawesi Utara.

Menurut Bonifacius, AMDATARA hadir tidak hanya sebagai organisasi pengusaha, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam memastikan seluruh pelaku usaha dapat menjalankan kegiatan usahanya sesuai ketentuan yang berlaku.

“Dengan adanya AMDATARA ini, kami ingin membangun kerja sama yang baik dengan pemerintah dan stakeholder yang ada sehingga industri AMDK di Sulawesi Utara dapat berkembang dengan baik dan berjalan sesuai aturan yang berlaku,” ujar Bonifacius.

Ia menambahkan, AMDATARA akan berperan aktif mendorong seluruh anggota untuk memahami dan mematuhi berbagai regulasi yang telah ditetapkan pemerintah, termasuk terkait standar produksi, perizinan, pelaporan industri, dan aspek lingkungan.

“Melalui wadah AMDATARA ini kita akan bersama-sama mengikuti regulasi-regulasi yang ada dari pemerintah. Kami ingin seluruh anggota bertumbuh bersama dan menjalankan usaha secara profesional,” katanya.

Musda I AMDATARA Sulut turut dihadiri Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang diwakili Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut Steyfen Rico Lasut serta Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara yang diwakili Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Richard Dondokambey.

Mewakili Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, Steyfen Rico Lasut mengapresiasi terbentuknya AMDATARA Sulut sebagai wadah yang dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha AMDK.

Menurutnya, industri air minum dalam kemasan memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami menyambut baik kehadiran AMDATARA Sulut. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mendukung pengembangan industri yang berdaya saing, taat regulasi, dan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan,” ujar Rico.

Ia berharap AMDATARA dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan industri yang sehat, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

(Finda Muhtar)