Palu, VivaSulut – Upaya menghadirkan listrik hingga ke wilayah terpencil di Sulawesi Tengah terus dipacu. PT PLN (Persero) UID Suluttenggo menyiapkan perluasan Program Listrik Desa (Lisdes) Tahun 2026 yang akan menjangkau ratusan lokasi, termasuk pembangunan 31 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal sebagai solusi bagi daerah yang sulit dijangkau jaringan listrik konvensional.
Rencana tersebut mengemuka dalam pertemuan koordinasi antara General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, dan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid di Kantor Gubernur Sulteng, Kamis (11/6/2026).
Dalam pemaparannya, PLN menyebut Program Lisdes APBN 2026 tahap pertama akan menyasar 53 lokasi. Selanjutnya pada tahap kedua, sebanyak 157 lokasi direncanakan mendapatkan akses listrik, termasuk pembangunan PLTS Komunal yang akan menjadi sumber energi bagi wilayah terpencil dan terisolasi.
Namun, PLN juga mengungkap sejumlah tantangan dalam pelaksanaan program tersebut, mulai dari kebutuhan dukungan perizinan, akses menuju lokasi pembangunan, hingga penanganan wilayah yang berada di kawasan hutan lindung dan kawasan konservasi.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, mengatakan Program Listrik Desa merupakan bentuk nyata komitmen PLN dalam menghadirkan keadilan energi bagi seluruh masyarakat.
“Sejalan dengan semangat Pancasila, PLN berkomitmen memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam memperoleh akses energi listrik. Program Listrik Desa merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menghadirkan keadilan energi dan mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat hingga ke wilayah terpencil dan terluar,” ujarnya.
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menilai kehadiran listrik di desa-desa memiliki dampak besar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, listrik tidak hanya berfungsi sebagai penerangan, tetapi juga membuka peluang usaha produktif, meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas akses informasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
“Listrik Desa memiliki peran yang sangat penting dalam upaya pengentasan kemiskinan. Program ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur kelistrikan, tetapi juga investasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah di Sulawesi Tengah,” ungkap Anwar.
Dengan sinergi antara PLN dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, perluasan Program Lisdes diharapkan mampu mempercepat pemerataan akses listrik sekaligus menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi dan sosial di berbagai wilayah pelosok provinsi tersebut.
(***/Finda Muhtar)











