Satu Warga Sangihe Jadi Korban Penembakan di Papua, Pemkab Ingatkan Imbauan Preventif Sudah Ada Sejak 2025

Sangihe, Berita Utama314 Dilihat

Sangihe, VivaSulut — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe kembali mengingatkan masyarakat terkait imbauan preventif bagi warga Sangihe yang berada di Papua, menyusul insiden penembakan yang diduga dilakukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) di wilayah Korowai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Dalam peristiwa yang terjadi pada Rabu, 20 Mei 2026 tersebut, delapan orang pendulang emas dilaporkan meninggal dunia. Satu di antaranya diketahui merupakan warga asal Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, Jumat (22/5/2026), mengatakan pemerintah daerah sebelumnya telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 1760 Tahun 2025 sebagai langkah antisipasi terhadap situasi keamanan di Papua, khususnya di kawasan pertambangan tradisional maupun ilegal.

“Pemerintah daerah sejak tahun lalu sudah mengeluarkan imbauan preventif agar masyarakat lebih berhati-hati dan mempertimbangkan kembali bekerja di wilayah pertambangan yang rawan konflik keamanan di Papua,” ujar Thungari.

Menurutnya, surat edaran tersebut diterbitkan menyusul serangkaian insiden kekerasan bersenjata yang terjadi di Papua Pegunungan, termasuk peristiwa pada April 2025 lalu yang menyebabkan 11 pekerja tambang meninggal dunia, dimana salah satu korban juga merupakan warga Sangihe.

Dalam surat edaran itu, Pemkab Sangihe meminta warga yang berada di luar Papua agar mempertimbangkan kembali perjalanan ke Papua untuk bekerja di area pertambangan tradisional maupun ilegal.

Selain itu, masyarakat Sangihe yang saat ini berada di Papua juga diimbau untuk tidak terlibat dalam aktivitas pertambangan ilegal, khususnya di wilayah Papua Pegunungan dan sekitarnya yang dinilai rawan karena menjadi area operasi kelompok bersenjata.

“Keselamatan masyarakat menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Karena itu kami terus mengingatkan warga untuk mengutamakan keselamatan diri dan keluarga,” kata Thungari.

Pemerintah daerah juga meminta organisasi kerukunan masyarakat Kepulauan Sangihe di Papua untuk aktif menyebarluaskan informasi dan imbauan tersebut kepada seluruh warga Sangihe yang berada di wilayah Papua.

Tak hanya itu, para camat, lurah, hingga kapitalaung di Kabupaten Kepulauan Sangihe turut diminta terus menyosialisasikan imbauan pemerintah kepada masyarakat di wilayah masing-masing.

Pemkab Sangihe berharap masyarakat semakin meningkatkan kewaspadaan dan tidak mudah tergiur bekerja di wilayah pertambangan ilegal yang memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan jiwa.

“Utamakan keselamatan, jaga diri dan keluarga, serta tetap waspada dalam setiap aktivitas,” tegas Thungari.

(Nie)