Minsel, VivaSulut — Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, resmi melaunching ekspor perdana produk olahan kelapa dari Rumah Produksi Bersama (RPB) di Desa Kapitu, Kabupaten Minahasa Selatan, Selasa (27/4/2026).
Momentum ini menjadi tonggak baru bagi penguatan ekonomi desa berbasis komoditas lokal yang mampu menembus pasar internasional.
Mewakili Gubernur Yulius Selvanus, Victor Mailangkay melepas dua kontainer produk turunan kelapa berupa coco fiber, husk chip, dan peat block dengan tujuan Guangzhou, Tiongkok.
Di hadapan masyarakat dan pelaku usaha, Victor Mailangkay menegaskan bahwa ekspor ini bukan sekadar aktivitas perdagangan, tetapi simbol perubahan cara pandang terhadap potensi desa.
“Saya melihat tumpukan sabut kelapa yang dulu mungkin dianggap tidak bernilai, kini dari tempat yang sama diberangkatkan dua kontainer menuju Guangzhou. Ini bukan sekadar ekspor, ini tentang kerja keras masyarakat desa yang mulai membuahkan hasil,” ujar Victor Mailangkay.
Menurutnya, keberhasilan ini lahir dari ketekunan dan proses panjang yang dijalani masyarakat.
Ia menilai, kekuatan Sulawesi Utara justru terletak pada desa-desa yang terus bergerak dan berinovasi memanfaatkan potensi lokal.
Victor Mailangkay juga menekankan bahwa produk berbasis kelapa memiliki peluang besar di pasar global jika dikelola secara serius dan berkelanjutan.
Dari tangan-tangan masyarakat desa, lanjutnya, produk sederhana mampu naik kelas dan memiliki nilai ekonomi tinggi.
“Saya percaya kekuatan Sulawesi Utara ada di desa. Di orang-orang yang tidak berhenti mencoba dan di potensi yang sering kali luput dari perhatian. Hari ini kita buktikan, desa bisa go global,” tegasnya.
Ia pun berharap ekspor perdana ini menjadi pemantik bagi lahirnya lebih banyak inisiatif serupa di berbagai daerah.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, kata dia, akan terus mendorong pengembangan industri hilir berbasis komoditas unggulan daerah.
“Semoga ini bukan yang terakhir. Kita ingin semakin banyak cerita sukses lahir dari desa-desa, dari tempat sederhana yang diam-diam sedang tumbuh menjadi kekuatan ekonomi baru,” pungkas Victor Mailangkay.
(***/Finda Muhtar)








