Manado, VivaSulut – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) menaruh perhatian serius terhadap tingginya angka kecelakaan di ruas jalan Tanawangko–Maruase atau Jalan Munte, yang dikenal memiliki tikungan tajam dan kondisi geometrik jalan yang berisiko tinggi bagi pengendara.
Karakter jalan yang berkelok-kelok ekstrem di Jalan Munte dinilai menjadi salah satu faktor utama kerawanan kecelakaan.
Kondisi ini mendorong Pemprov Sulut untuk mulai memikirkan solusi jangka panjang, termasuk kemungkinan pembangunan terowongan guna meminimalisir risiko di titik-titik paling berbahaya.
Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Sulut, Jemmy Ringkuangan, Rabu (15/4/2026), Pemprov menegaskan komitmennya dalam merespons keresahan masyarakat.
Usulan pembangunan terowongan hingga percepatan proyek jalan tol Manado–Amurang kini tengah dikaji sebagai langkah strategis.
Meski ruas tersebut berstatus jalan nasional di bawah kewenangan pemerintah pusat, Pemprov Sulut tetap aktif melakukan koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulut untuk mempercepat penanganan di lapangan.
Sejumlah langkah konkret pun disiapkan. Dalam jangka pendek, akan dilakukan evaluasi teknis menyeluruh bersama pihak balai jalan untuk mengidentifikasi penyebab utama kecelakaan.
Selain itu, penanganan cepat juga dilakukan melalui pemasangan rambu tambahan, penerangan jalan, marka, hingga guardrail di titik rawan.
“Sementara untuk jangka panjang, Pemprov mendorong kajian lebih mendalam terhadap pembangunan tol Manado–Amurang serta opsi terowongan sebagai solusi permanen. Kajian ini mempertimbangkan aspek teknis, lingkungan, hingga pembiayaan agar implementasinya tepat sasaran,” ujar Jemmy Ringkuangan.
Ia menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah.
“Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Pemerintah akan merespons setiap persoalan dengan serius dan cepat, terutama yang berkaitan langsung dengan keselamatan publik,” ujarnya.
Jemmy Ringkuangan menambahkan, penanganan dilakukan secara paralel antara langkah cepat di lapangan dan perencanaan jangka panjang.
“Kami tidak menunda. Penanganan langsung dilakukan untuk menekan risiko kecelakaan, sembari menyiapkan solusi permanen. Opsi terowongan dan percepatan tol Manado–Amurang sedang dikaji bersama pemerintah pusat agar benar-benar efektif,” jelasnya.
Pemprov Sulut juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur tersebut serta mematuhi aturan lalu lintas.
(***/Finda)








