BMKG Deteksi Terjadi Tsunami di 5 Titik di Sulut dan Malut, Minahasa Utara Tertinggi

Berita Utama, Manado244 Dilihat

Manado, VivaSulut — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa gelombang tsunami telah terdeteksi di sejumlah titik pesisir pascagempa magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara, Kamis (2/4/2026).

Berdasarkan data pemantauan muka air laut BMKG, tsunami terpantau terjadi di beberapa lokasi, di antaranya:

  • Belang (Sulawesi Utara) dengan ketinggian sekitar 0,68 meter
  • Bitung (Sulawesi Utara) dengan ketinggian sekitar 0,20 meter
  • Minahasa Utara (Sulawesi Utara) dengan ketinggian mencapai 0,75 meter
  • Halmahera Barat (Maluku Utara) dengan ketinggian 0,30 meter
  • Sidangoli (Maluku Utara) dengan ketinggian 0,35 meter

BMKG menegaskan bahwa status peringatan tsunami masih berlaku untuk sejumlah wilayah, dengan kategori Siaga dan Waspada.

Masyarakat pesisir, terutama di wilayah yang masuk kategori siaga, diminta segera melakukan evakuasi ke tempat yang lebih tinggi.

Sementara itu, warga di wilayah berstatus waspada diimbau untuk menjauhi pantai dan tidak melakukan aktivitas di sekitar pesisir hingga ada pernyataan resmi bahwa kondisi telah aman.

Kepada VivaSulut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minahasa Utara, Theodore Lumingkewas mengatakan, saat ini kondisi di wilayah Minut masih aman.

Sejumlah wilayah pesisir, seperti Desa Wawunian, Desa Tiwoho dan Desa Kema III dalam kondisi aman.

“Informasi dari pemerintah desa, posisi air masih normal. Namun kami mengingatkan potensi gempa susulan masih mungkin terjadi, sehingga masyarakat diminta tetap tenang namun waspada serta hanya mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan BMKG,” pesan Lumingkewas.

(Finda)