
Minahasa Utara, VivaSulut — Pemerintah Desa Tiwoho, Kecamatan Wori, menggelar kegiatan “Bacarita dan Menanam” dalam program Green Village yang dirangkaikan dengan Gerakan Pangan Murah (GPM) Paket Spesial Ramadan 2026, Selasa (24/2/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan sebelum pencairan Dana Desa (DD) 2026, dengan menyasar delapan fokus prioritas penggunaan Dana Desa tahun berjalan.
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Pemerintah Desa Tiwoho dengan BPD DAS Tondano, UPTD Dinas Kehutanan Bitung–Minut, serta Kantor Wilayah Perum BULOG Sulut-Go.
Program ini dimotori dan disubsidi oleh anggota DPD RI daerah pemilihan Sulawesi Utara, Stefanus Ban Liow.
Stefanus Ban Liow mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen membangun desa dari hal sederhana namun berdampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan.
“Dana Desa harus tepat sasaran dan selaras dengan program strategis nasional. Penanaman pohon, penguatan ketahanan pangan, hingga revitalisasi sarana air bersih adalah langkah konkret mendukung desa berketahanan iklim dan mandiri,” ujar Liow.
Sementara itu, Penjabat Hukum Tua Desa Tiwoho, Felix Mantiri, menjelaskan bahwa kegiatan penghijauan difokuskan pada kawasan sumber mata air Pancurang Tiwoho yang sebelumnya terdampak longsor dan banjir bandang.
Upaya ini sekaligus mendukung rencana revitalisasi sistem penyediaan air minum (SPAM) desa yang akan diusulkan dalam RKP Desa dan APBDes 2026.
“Semangat Green Village kami mulai sebelum Dana Desa dicairkan. Ini bagian dari komitmen membangun desa dengan menjaga sumber air, memperkuat bantaran sungai, serta memastikan air bersih tetap mengalir hingga ke pesisir,” kata Mantiri.
Ia menambahkan, delapan fokus Dana Desa 2026 yang menjadi sasaran kegiatan meliputi desa berketahanan iklim, swasembada air dan energi, ketahanan pangan minimal 20 persen anggaran, pembangunan infrastruktur padat karya, dukungan Koperasi Desa Merah Putih, penanganan kemiskinan ekstrem melalui BLT Desa, peningkatan layanan kesehatan termasuk pencegahan stunting, serta digitalisasi dan pelestarian budaya lokal.
Menurut Mantiri, kegiatan ini telah dikoordinasikan dan mendapat persetujuan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dan Pemerintah Kecamatan Wori.
Program penghijauan sumber mata air dan revitalisasi pipanisasi akan dibahas dalam Musyawarah Desa untuk dimasukkan secara resmi dalam dokumen perencanaan desa tahun 2026.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Tiwoho berharap sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan desa dapat memperkuat pembangunan berbasis lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
(Finda)












